Kakashi Hatake

Kakashi Hatake (はたけ カカシ Hatake Kakashi) adalah shinobi tingkat Jōnin dari Konohagakure dan pemimpin Tim 7. Ia dikenal di seluruh dunia untuk Dia sebagai pengguna Sharingan, hingga Ia memperoleh julukan sebagai Copy Ninja Kakashi (コピー忍者のカカシ Kopī Ninja no Kakashi) dan Kakashi of the Sharingan (写輪眼のカカシ Sharingan no Kakashi).

Latar Belakang

Kakashi adalah putra Sakumo Hatake, juga dikenal sebagai “Konoha’s White Fang”. Ibunya tampaknya meninggal ketika ia masih kecil. Kakashi telah dikenal sejak usia muda sebagai anak ajaib yang sangat berbakat, dianggap banyak orang sebagai yang terbaik dari generasinya. Dia telah menerima nilai tertinggi dan menunjukkan bakat bawaan untuk seni ninja ketika berada di akademi. Hal ini memungkinkan Dia untuk lulus dari Akdemi dalam satu tahun dengan nilai tertinggi di kelasnya di usia 5 tahun, dan kemudian menjadi Chunin setahun kemudian.

Meskipun dirinya sukses, ayahnya jatuh ke dalam kehinaan setelah memilih menyelamatkan rekan-rekannya daripada menyelesaikan misi penting, menyebabkan Konoha kalah dalam perang. Merasa terhina, Sakumo bunuh diri setelah depresi berat dan penurunan kemampuan, yang menyebabkan Kakashi hidup dengan berpedoman pada kode ninja yang ketat.

Kakashi kemudian bekerja sama dengan Obito Uchiha dan Rin di bawah kepemimpinan Minato Namikaze. Pada usia 13, segera setelah menjadi Jōnin, Kakashi ditugaskan untuk memimpin Obito dan Rin dalam misi yang akan menguntungkan Konoha dalam Perang Dunia Shinobi Ketiga yang sedang berlangsung. Mereka menghancurkan Jembatan Kannabi, yang telah digunakan oleh pasukan Iwagakure untuk pindah ke Kusagakure. Ini juga akan menjadi langkah pertama serangan besar Konoha dalam perang. Dalam perjalanan ke jembatan, Rin diculik oleh dua ninja Iwagakure yang bernama Kakkō dan Taiseki. Obito segera mengusulkan agar mereka menyelamatkannya, tetapi Kakashi tidak setuju atas dasar bahwa mereka perlu menyelesaikan misi mereka, memilih untuk tidak membuat kesalahan yang sama seperti yang ayahnya lakukan.

Obito tidak mau mendengar dan besikeras untuk menyelamatkan Rin, tapi tidak sebelum menyebutkan bahwa Ia percaya pada ayah Kakashi, White Fang, adalah pahlawan sejati. Tak lama setelah berpisah, Kakashi teringat pada kata-kata Obito dan kebaikan Rin sebelum itu. Dia menyadari bahwa ayahnya tidak melakukan kesalahan, yang mendorongnya untuk bergabung dengan Obito dalam upaya penyelamatan.

Kakashi tiba pada waktunya untuk menyelamatkan Obito dari Taiseki, menggunakan pisau ayahnya untuk bertarung. Meskipun kalah jumlah 2 banding 1, Taiseki mampu menyerang dan melukai mata kiri Kakashi, ketika menahan serangan yang ditujukan pada Obito, memberinya bekas luka permanen.

Dalam keadaan terdesak dan keinginan untuk melindungi Kakashi, Obito akhirnya dapat membangkitkan Sharingan, sehingga akhirnya Dia bisa mengalahkan Taiseki, dan melanjutkan untuk mengejar Rin. Begitu mereka menemukan Rin dan Kakkō, Kakashi dan Obito bekerja sama untuk mengalahkan Kakkō. Kakashi dan Obito berhasil membebaskan Rin, tapi ketika mereka hendak melarikan diri, Kakkō mencoba untuk menjebak mereka dengan teknik yang menghancurkan, yang menyebabkan gua runtuh.

Ketika mencoba melarikan diri, Kakashi dipukul dengan batu, yang menyebabkan Dia terjatuh. Obito mendorong Kakashi keluar dari gua yang runtuh, menyebabkan dirinya tertimpa reruntuhan batu. Mengetahui hidupnya sudah berakhir, Obito menyuruh Rin untuk menanamkan Sharingan kirinya ke mata Kakashi yang rusak. Rin memenuhi permintaan terakhir Obito, dan segera setelah operasi selesai Kakashi menggunakan Sharingan dan Chidori untuk membunuh Kakkō. Dia kemudian kembali ke Obito untuk melihat apakah ada sesuatu yang Dia bisa lakukan untuknya, tetapi tempat itu telah berubah menjadi hancur berantakan, memaksa Kakashi dan Rin meninggalkan Obito. Dengan bantuan Minato, mereka akhirnya dapat menyelesaikan misi mereka, meskipun kemudian mereka meratapi kematian Obito.

Segera setelah berakhirnya perang, ketika Kurama menyerang Konohagakure, Kakashi dan rekan-rekannya yang tersisa dilarang berpartisipasi dalam membela desa oleh ayah Kurenai dan shinobi yang lebih tua lainnya.

Selama bertahun-tahun, Kakashi menjadi terkenal di antara semua Lima Negara Besar Shinobi sebagai pengguna Sharingan, Dia mendapatkan reputasi sebagai “orang yang telah meniru lebih dari seribu teknik”, yang juga menjadi nama julukannya. Kakashi akhirnya bergabung dengan ANBU Konoha.

Ia kemudian keluar dengan alasan yang tidak diketahui, tetapi tetap mempertahankan hubungan yang kuat dengan ANBU. Kakashi akhirnya menjadi seorang pemimpin tim, dan menguji banyak genin. Seperti yang Hokage Ketiga katakan kepada Iruka, Kakashi tidak pernah meluluskan satupun dari mereka karena ketidakmampuan mereka untuk memenuhi harapan nya bekerja sebagai sebuah tim.

Kepribadian

Kakashi menjadi lebih keras dan serius setelah kematian ayahnya, mengikuti semua aturan dengan ketat dan menghukum siapa pun yang tidak menaatinya, seperti rekan satu timnya Obito Uchiha. Dia juga menjadi penyendiri dan apatis terhadap orang lain terutama rekan setimnya Obito nya yang selalu terlambat dalam misi mereka dengan berbagai alasan. Hal ini menyebabkan Obito membenci Kakashi ; dinamika hubungan antara keduanya berubah setelah Obito terluka parah ketika Perang Dunia Shinobi Ketiga, Kakashi dan Obito menjadi teman dekat setelah Rin diculik.

Kematian Obito memiliki dampak besar pada kepribadian Kakashi. Dia sekarang lebih ceria dan menunjukkan perhatian yang lebih besar untuk rekan satu timnya dan para murid, menempatkan keselamatan mereka diatas keberhasilan untuk menyelesaikan misi, serta percaya bahwa kerja tim adalah penting untuk keberhasilan sebuah tim. Ia juga mengembangkan kepribadian yang agak riang dan secara teratur terlambat untuk memeuhi janji pertemuan, membuat berbagai alasan seperti Obito. Hal ini sering disebabkan karena Ia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan menguunjungi  Batu Memorial dimana nama Obito yang terukir. Namun, Kakashi masih sama apatis seperti ketika Ia masih muda, sering berbicara blak-blakan tentang topik-topik sensitif.

Kakashi menyatakan bahwa Ia telah kehilangan semua orang yang dekat dengannya. Dari orang-orang yang masih hidup, Kakashi berteman paling dekat dengan Guy, Asuma dan Kurenai. Setelah pembentukan Tim 7, Ia mulai memberikan perhatian khusus dalam perkembangan mereka, seperti yang ditunjukkan dengan secara teratur mengecek kebiasaan Naruto dan pola makannya. Dia juga menolak untuk melakukan misi pada akhir Bagian I sehingga Ia bisa mencegah Naruto dan Sasuke membunuh satu sama lain. Seperti juga Hiruzen, Kakashi mencintai semua murid-muridnya dengan tulus.

Meskipun reputasi dan kecakapannya sebagai seorang ninja semakin dikenal, Kakashi tidak menunjukkan tanda-tanda kesombongan, dan sering merendah tentang kemampuannya, seperti yang ditunjukkan ketika Ia memuji orang lain untuk kemajuan kemampuan bertarung mereka dan menyatakan bahwa Naruto memiliki kekuatan yang telah melampauinya. Ketika disarankan oleh banyak orang agar Dia menjadi Hokage, Kakashi mengakui bahwa posisi tersebut tidak layak untuk nya tapi siap menerima menerima jabatan itu demi kesejahteraan desa. Sikap tenangnya yang alami digunakan untuk keuntungannya dalam pertempuran, karena menjadi lebih mudah baginya untuk mempertahankan ketenangannya dan tetap fokus pada situasi yang dihadapi. Akibatnya, ia dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan situasi apa pun untuk membuat keputusan yang tepat dan tidak terduga, sehingga Ia selalu berada satu langkah di depan lawan-lawannya, tetapi Ia juga memiliki sisi emosional, yang ditunjukkan ketika Ia menyatakan kemarahannya terhadap Summoning: Impure World Reincarnation, saat-saat ketika Ia akan membutuhkan teman-temannya untuk melindunginya.

Kakashi memiliki persaingan agak kekanak-kanakan dengan Guy. Untuk coba membuktikan dirinya lebih unggul Kakashi, Guy menantang Dia untuk berkompetisi dalam permainan Batu, Kertas, Gunting dimana pihak yang kalah harus mendapatkan hukuman. Guy memiliki rekor 50 kali menang dan 49 kali kalah yang sangat Ia banggakan (dalam anime, Kakashi memiliki rekor 51 kali menang dan 50 kali kalah). Kakashi, di sisi lain, kurang menunjukkan minat terhadap kompetisi mereka, yang hanya lebih mengilhami Guy untuk mengalahkan Kakashi. Namun demikian, mereka berdua berteman sangat dekat dan juga memiliki kepercayaan yang mendalam satu sama lain yang terlihat selama Perang Dunia Shinobi Keempat ketika mereka mempercayakan perlindungan kelemahan mereka satu sama lain. Ini juga diperluas pada di anime, di mana Kakashi mengatakan kepada Tsunade bahwa Ia akan membutuhkan rekan selama perang dan Ia ingin Guy yang menjadi rekannya itu.

Kakashi adalah penggemar berat dari seri Icha Icha novel yang ditulis oleh Jiraiya, mengungkapkan sisi yang sedikit menyimpang. Ia biasanya terlihat membaca salah satu buku di waktu luang, menjadikan satu-satunya hobi yang pernah terlihat dalam seri. Dia bahkan sempat membacanya selama pertarungan pertama melawan Tim Kakashi, seperti Naruto yang pada waktu itu terlalu lemah untuk menimbulkan banyak ancaman. Meskipun Ia sangat menyukai buku-bukunya, Ia sangat tidak nyaman jika harus menceritakan isinya kepada orang lain (bahkan kepada semua ninken nya), mungkin malu dengan konten dewasa (seperti yang disebutkan pada pesan terakhir Jiraiya). Naruto, pada suatu kesempatan, telah menggunakan buku-buku ini terhadap Kakashi saat tes lonceng kedua mereka, mengancam akan membocorkan akhir dari cerita terbaru yang memaksa Kakashi untuk menurunkan pertahanannya (dengan menutup telinga dan matanya) untuk mencegah agar Ia tetap tidak mengetahui akhir cerita hingga Ia membacanya sendiri.

Penampilan

Kakashi selalu terlihat dengan pakaian shinobi Konoha standar bersama dengan sarung tangan berlapis besi dari seragam ANBU nya. Selama menjadi anggota Tim Minato, Dia terlihat dengan kaus hitam dengan garis putih di bagian lengan. Di tangannya Ia mengenakan lengan baju hitam (yang mungkin dipotong dari kemejanya) dengan pelindung lengan logam diatasnya. Dia juga mengenakan sabuk kulit yang menyilang di sekitar punggung dan dada, dan White Light Chakra Sabre keluarganya disimpan dalam wadah kecil di belakang. Dia juga memakai celana mirip dengan yang Dia pakai sekarang. Dia tampak mengenakan pakaian jenis yang sama sebagai seorang anak (seperti terlihat dalam kilas balik). Namun, dalam kilas balik lain Ia ditampilkan mengenakan kemeja hitam tanpa lengan mirip dengan yang kadang-kadang Ia pakai ketika dewasa. Jenis pakaina ini mungkin dikenakan untuk kondisi santai.

Kepribadian Kakashi lebih lanjut digambarkan dengan ekspresinya yang umumnya malas, dengan kebiasaan menyendiri, suara yang santai, dan sikap minimalis. Namun dalam situasi serius, Ia digambarkan memiliki tampilan yang sangat tegas dan fokus. Halaman sampul bab 16 juga memperlihatkan Ia mengenakan kalung rantai. Fitur lain yang terlihat pada Kakashi, selain mata kirinya yang unik, dimana terdapat bekas luka tipis yang memanjang dari kening hingga pipi. Ia adalah seorang ninja berbadan tinggi dengan rambut putih yang meruncing keatas, Ia selalu memasang pelindung dahi untuk menutupi mata kirinya dan masker yang menutupi bagian bawah wajahnya. Dia pernah salah dikenali oleh Chiyo sebagai ayahnya Sakumo Hatake, karena mereka berdua dianggap sangat mirip.

Kemampuan

Kakashi adalah seorang jenius alami, dibuktikan dengan kecepatan Ia naik melalui tingkatan Ninja, Ia lulus dari Akademi pada usia 5 tahun, menjadi Chunin pada usia 6 tahun, menjadi Jōnin di usia 13 tahun, dan memiliki masa jabatan sebagai ANBU dalam waktu yang cukup lama. Selama karirnya Ia telah mengumpulkan dan mempelajari ebih dari seribu teknik yang berbeda, menjadikannya seorang ahli lapangan di Konoha. Berbagai prestasi nya menyebabkan Dia mendapat banyak pujian dari sesama ninja Konoha dan Ia juga memegang pengaruh besar. Ia sering diberi tanggung jawab untuk tugas-tugas penting bahkan sedang dipertimbangkan untuk menjadi Hokage. Pain sangat khawatir dengan kemampuan Kakashi dan berusaha untuk membunuhnya karena takut bahwa suatu hari Ia akan mengganggu rencana Akatsuki. Kekhawatiran ini kemudian dibuktikan dalam Perang Dunia Shinobi Keempat ketika Kakashi mengalahkan sebagian besar dari Seven Ninja Swordsmen of the Mist dan kemudian berhasil menahan beberapa perubahan jinchūriki bersama dengan Might Guy.

Dalam Bagian II, Naruto mencatat bahwa Kakashi lebih pintar dari Shikamaru Nara, memiliki penciuman yang lebih baik daripada Kiba Inuzuka, kemampuan taijutsu lebih baik dari Rock Lee, dan memiliki penguasaan yang lebih baik pada Sharingan dibandingkan Sasuke Uchiha. Kakashi telah membuktikan dirinya sebagai  seorang ninja yang cerdas dengan naluri tajam dan kemampuan bertempur yang tinggi, membuatnya mampu menghadapi setiap lawan. Kemampuannya juga meningkat antara Bagian I dan Bagian II: di Bagian I Ia kesulitan mengimbangi kecepatan Itachi Uchiha, tetapi kemudian mampu untuk menyamai kecepatan bertarung di Bagian II. Demikian pula tingkat chakra nya telah meningkat, dalam Bagian I Ia hanya mampu menggunakan Lightning Cutter empat kali sehari, tapi dalam Bagian II Ia dapat menggunakannya setidaknya enam kali dalam satu pertempuran dan masih memiliki chakra yang cukup untuk menggunakan Mangekyo Sharingan.

Kakashi juga mampu memanggil sekawanan anjing ninja untuk membantu Dia dalam pertempuran atau untuk tujuan tambahan lainnya.

Sakura Haruno

Sakura Haruno (春野 サクラ Haruno Sakura) adalah salah satu karakter utama dalam seri Naruto. Dia adalah seorang kunoichi (ninja wanita) tingkat Chunin dari Konohagakure, seorang ninja medis yang berbakat, dan anggota Tim Kakashi.

Latar Belakang

Selama tahun-tahun awal Dia di Akademi, Sakura sering diganggu oleh anak lain karena dahi nya yang besar. Untuk mencoba dan mengatasi hal ini, Sakura menggunakan poninya untuk menyembunyikan dahinya, memicu anak-anak lain untuk menggoda dengan menunjukkan bahwa Dia sensitif tentang hal itu. Ino Yamanaka, menyadari ini, membantu Sakura dengan memberinya pita merah yang Ia gunakan sebagai cara untuk menarik perhatian berupa aksesoris manis di dahinya, yang membantu Sakura mengatasi rasa tidak nyaman. Keduanya menjadi sahabat dan Sakura tumbuh lebih percaya diri, mengembangkan kepribadian yang unik di bawah bimbingan Ino. Meskipun demikian, Sakura merasa bahwa Dia hidup di bawah bayangan Ino dan rindu untuk membuktikan dirinya setara dengan Ino. Kemudian, ketika Sakura mengetahui bahwa Ino juga naksir Sasuke Uchiha, Sakura mengakhiri persahabatan mereka sehingga mereka bisa bersaing untuk cinta Sasuke, kemudian dimulailah persaingan sengit antara keduanya.

Kepribadian

Sakura adalah gadis yang keras dan mudah marah, dan karena itu sifat itu Ia cenderung untuk memukul orang yang membuatnya kesal (biasanya yang menjadi korban adalah Naruto Uzumaki), dan sangat suka mengkritik, tetapi secara keseluruhan Ia relatif baik hati, ceria, dan rasional. Dalam anime, Sakura telah terbukti menjadi sedikit genit dan menggunakan ini untuk keuntungan nya: dengan satu kasus seperti ketika Naruto mengajaknya keluar untuk makan malam, Ia hanya setuju jika Naruto mentraktirnya. Dia juga lebih suka berbicara secara formal, sangat bergantung pada pendekatan teori dan prinsip dan cenderung menjadi pemikir berat ketika menyangkut rincian apapun dan sangat analitik saat pada atau di luar pekerjaan, tapi dia juga mampu menjadi sangat naif mengenai hal-hal tertentu seperti pada perasaan Naruto untuknya, yang tidak Ia rasakan sampai Sai mengatakan itu padanya atau ketika Ia mencoba untuk memaksa dirinya untuk membunuh Sasuke, meskipun hatinya tidak akan mengizinkannya untuk melakukannya, bahkan usahanya untuk berbohong kepada Naruto tentang mengasihi Dia dan bukan Sasuke, mengabaikan fakta bahwa Naruto menyaksikan tanda-tanda Sakura yang paling ekstrim dan tak bisa ditiru untuk cintanya kepada Sasuke.

Meskipun sangat sensitif dan mudah menangis, Sakura telah menunjukkan untuk menjadi berkemauan keras dan bertekad, tidak menyerah dalam pertarungan dengan mudah, meskipun Ia mengakui bahwa Ia sangat lemah dalam aspek ini dibandingkan dengan Naruto. Selain itu, Ia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berguna, dan sering menjadikannya mudah frustrasi dengan dirinya sendiri apabila menjadi beban dan tidak dapat membantu, sering harus mengandalkan Naruto ataupun Sasuke untuk membantunya dalam Bagian I. Salah satu penyesalan terbesarnya adalah karena hanya mengandalkan Naruto untuk membawa Sasuke kembali, membebani Dia dengan janji sementara Ia tidak bisa melakukan apa pun kecuali menangis. Karena iulah Ia bertekad untuk menjadi lebih kuat dengan berlatih pada Tsunade.

Tidak seperti anggota Tim 7 yang lain, Sakura tidak pernah mengalami penderitaan selama masa kecilnya. Oleh karena itu, Sakura memiliki semua hal yang diinginkan oleh rekan-rekannya, seperti keluarga, teman dan, terutama dalam kasus Naruto, pengakuan.

Pada awal dari seri, Sakura memiliki obsesi yang mendalam kepada Sasuke Uchiha, berakar pada ketampanan, sikap dingin, dan bakat luar biasa nya. Untuk itu, banyak dari penampilan awal Sakura yang didedikasikan untuk usahanya yang terus-menerus untuk memenangkan kasih sayangnya. Dalam cerita selanjutnya, Ia mulai mengenal Sasuke sebagai orang yang nyata dengan ketidaksempurnaan, dan mengembangkan keinginan lebih tulus berada di sisi nya dan kemudian jatuh cinta padanya. Sakura juga menjadi khawatir bahwa Sasuke suatu saat akan meninggalkannya dan Konoha dalam usahanya mencari kekuatan. Ketika rasa takutnya menjadi kenyataan pada akhir Bagian I, Sakura melakukan semua yang Dia bisa untuk menghentikan Sasuke pergi, seperti mengakui cintanya dan menawarkan untuk menemaninya. Meskipun berterima kasih dan bersyukur atas segala perhatiannya, Sasuke memukul  Sakura hingga pingsan dan meninggalkan desa. Sejak itu, Sakura telah menetapkan tujuan pribadinya untuk membawa pulang Sasuke. Meskipun ia masih khawatir akan tekadnya itu, apakah Ia akan mampu untuk bertarung dengan Sasuke  jika itu cara untuk membuatnya kembali ke Konoha, namun, seiring waktu dan Sasuke menjadi seorang penjahat yang semakin berbahaya, Sakura menyadari bahwa Sasuke harus dihentikan dengan segala cara.

Hubungan Sakura dengan Naruto, seperti dengan Sasuke, juga mengalami perubahan. Ketika mereka pertama kali menjadi sebuah tim, Dia agak kasar dan tidak sopan terhadap Naruto, selalu menghina atau merendahkan Dia di setiap kesempatan yang Dia punya, dan bahkan menyatakan bahwa satu hal yang Dia tidak suka adalah Naruto (terutama karena Naruto mengganggu usahanya untuk mendapatkan kasih sayang Sasuke pada saat itu). Namun, dalam perkembangan seri, Sakura menyadari bahwa pandangan yang negatif tentang Naruto keliru seperti usaha Naruto untuk terus menunjukkan kemampuannya sebagai seorang ninja serta dedikasinya untuk rekan satu timnya. Setelah Ujian Chunin dan beberapa misi yang dijalani, Sakura menyadari bahwa Naruto semakin kuat dan menjadi iri kepadanya, maka Ia memutuskan untuk berlatih lebih keras. Setelah Sasuke membelot dari Konoha, Sakura meminta kepada Naruto, percaya bahwa Dia satu-satunya orang yang mampu membawa Sasuke kembali. Ketika Naruto berjanji untuk membawa Sasuke kembali ke Konoha, Sakura menyadari betapa komitmen Naruto adalah untuk kebahagiaannya, dan bagaimana Dia selalu ada untuknya. Namun, Naruto gagal dan harus dirawat di rumah sakit setelah kalah dari Sasuke, meskipun Ia bersumpah bahwa suatu hari nanti Ia akan memenuhi janji yang dibuat kepadanya. Terinspirasi oleh tekadnya, Sakura menghabiskan tiga tahun ke depan untuk berlatih pada Tsunade sehingga di masa depan Ia bisa bergabung Naruto dalam usahanya untuk membawa Sasuke kembali.

Dalam Bagian II, Sakura mengetahui berbagai kesulitan yang harus dihadapi oleh Naruto terutama Kurama dan Akatsuki. Sedih akan dampak kedua masalah itu terhadap Naruto, Sakura berusaha menjadi pelindung dari Naruto dan mencoba untuk melakukan apapun yang Dia bisa untuk membantunya mengatasi masalah tersebut. Sakura mulai berempati kepada Naruto, dan mengembangkan persahabatan yang mendalam dengan nya, karena mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama, meskipun ada saat-saat di mana Ia berbohong kepada Naruto tentang hal-hal tertentu, khususnya yang berhubungan dengan Sasuke, bersama dengan sifatnya yang suka mengkritik yang masih kuat. Kemudian, Sai menjelaskan padanya betapa dalamnya cinta Naruto untuknya, dan rasa sakit akibat kegagalannya untuk memenuhi janjinya untuk membawa Sasuke pulang, menyadarkan Sakura dengan rasa bersalah dan penyesalan, membuatnya bertekad untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut Sasuke seorang diri. Setelah peristiwa di Kage Summit, Dia mengaku kepada Naruto bahwa Ia mencintai nya, tidak lagi peduli tentang Sasuke, dan mencoba untuk membujuk Naruto untuk melupakan janjinya, sebuah usaha untuk meringankan rasa sakit atas kegagalan nya memenuhi janji untuk membawa Sasuke pulang. Namun, Naruto tidak percaya, dan mengatakan bahwa Sakura telah berbohong pada dirinya sendiri. Sai kemudian menegaskan hal ini, dan memberitahu Naruto dan kelompoknya tentang motif tersembunyi dari pengakuan Sakura, yang menyatakan bahwa itu sebenarnya upaya untuk melepaskan janji Naruto yang dibuat untuknya dan mengalihkan perhatiannya saat Ia dan kelompoknya memburu dan membunuh Sasuke. Meskipun manipulasi emosional yang dilakukan oleh Sakura bermaksud baik, namun menurut Kiba dan Lee, bahwa Sakura harus lebih percaya pada stabilitas mental Naruto dan tetap akan lebih baik bagi keduanya jika Sakura mengatakan yang sebenarnya.

Inner Sakura

Di dalam diri Sakura berada “Inner Sakura” (内 なる サクラ Uchi Naru Sakura), merupakan manifestasi dari emosi batinnya. Dalam penggambaran komik, Inner Sakura merupakan perwujudan pendapat Sakura yang sebenarnya pada hal-hal tertentu ketika lahiriah dirinya menampilkan sikap yang sebaliknya. Sebagai contoh, ketika Naruto memainkan lelucon pada Kakashi, Sakura lahiriah mengangap itu adalah tindakan yang “kekanak-kanakan”, tapi di dalam dia menikmatinya. Penampilan Inner Sakura biasanya ditandai dengan tanda “Shānnarō!” (しゃーん な ろー). Ungkapan ini tidak memiliki arti literal, tetapi biasanya diterjemahkan sebagai “Hell yeah!“, “Hell no!“, atau “Damn it!“, tergantung pada situasi. Anime Inggris, karena alasan sensor, menggantikan frase tersebut dengan ungkapan “Cha!“. Inner Sakura juga unik karena memiliki kemauan sendiri dalam pikiran Sakura. Ketika Ino menggunakan Mind Body Switch Tchnique pada nya, Inner Sakura mampu mengusir pengguna dari tubuhnya, menunjukkan bahwa Sakura memiliki kepribadian ganda, yang terdiri dari “Inner Sakura” dan kepribadian normal.

Meskipun Ia tampak cukup sering muncul pada awal seri, Inner Sakura menghilang pada pertengahan Bagian I, dan sempat muncul lagi pada awal Bagian II. Sakura juga terkadang melakukan ledakan emosional dan kekerasan yang Dia wujudkan melalui Inner Sakura, yang membuat cemas orang yang berada di sekitarnya pada saat itu (biasanya Naruto).

Penampilan

Sakura memiliki rambut merah muda terang, mata hijau besar, dan kulit putih. Sakura sering diganggu karena dahinya agak lebar sehingga dijuluki “Alis Billboard”, karena itu Ia memanjangkan poninya untuk menutupi dahinya, meskipun Ino menyarankannya untuk megikat rambutnya ke belakang. Dalam Bagian I, Sakura mengenakan gaun merah qipao dengan kombinasi putih di bagian tepi, , celana pendek ketat hijau tua, dan pelindung dahi yang Ia gunakan untuk menonjolkan wajahnya.

Dalam Bagian II, Sakura, sekarang Chunin, telah berkembang menjadi seorang wanita muda dan mengenakan sebuah pakaian baru yang terdiri dari atasan merah dengan desain yang sama seperti yang Ia pakai pada Bagian I, dengan sarung tangan hitam, sepatu hitam, celana pendek hitam , rok pendek merah muda, dan pelindung siku berwarna merah muda dan pelindung dahi yang sekarang berwarna merah. Sakura kini juga dipersenjatai dengan tanto (pedang pendek) yang dia pasang di atas kantong medisnya. Ketika Dia sedang tidak menjalankan misi, dia memakai baju merah nya yang biasa, dengan kemeja kuning muda di bawahnya, dan rok berwarna biru tua. Dalam pakaian ini, Ia masih memakai sepatu botnya. Dia kemudian mengenakan seragam Allied Shinobi Forces dan pakaian khusus yaitu jaket rompi Konohagakure, meskipun memilih untuk memakai rok, bukan celana dan sepatu bot langganannya. Dia kemudian mengganti roknya dengan celana untuk membantu unit medis.

Ciri menonjol lain dari penampilan Sakura adalah rambutnya. Pada awal seri, rambut Sakura sangat panjang (ketika Dia masih muda, ada rumor bahwa Sasuke tertarik pada gadis-gadis dengan rambut panjang). Ketika Ujian Chunin berlangsung, dalam sebuah pertarungan, Sakura terpaksa memotong rambutnya sendiri untuk melepaskan diri dari musuh. Rambutnya menjadi sangat pendek dan berantakan waktu itu. Setelah pertarungan, Ino memotong rambut Sakura untuk membuatnya lebih rapi. Selama periode pelatihannya dengan Tsunade setelah Ujian Chunin, Dia membiarkan rambutnya tumbuh kembali tetapi kemudian dipotong lagi untuk menjadi gaya rambut barunya, sebahu. Seperti Shizune, dia juga memiliki kecenderungan untuk mengikat rambutnya ketika bekerja.

Kemampuan

Pada awal dari seri, kemampuan Sakura sebagai seorang ninja jauh lebih lemah dari teman satu tim nya, Sasuke dan Naruto, dengan kekuatan terbesarnya adalah kecerdasannya. Namun, setelah dua setengah tahun pelatihan dengan Tsunade, kemampuan Sakura sangat meningkat ke titik dimana Dia bisa bertarung sendiri melawan musuh kuat seperti Sasori. Keahliannya di bidang lain juga meningkat, seperti mampu untuk menemukan Kakashi selama ujian bel yang kedua – sesuatu yang tidak bisa dilakukan Naruto – dan juga menipu Sai, Kiba, dan Lee untuk berkelahi satu sama lain sehingga Ia bisa membuat mereka semua tidur. Dia juga menjadi lebih tangguh, karena ia mampu bertahan terhadap ledakan jarak dekat sambil dikelilingi oleh awan racun dan masih mampu bangkit setelah itu.

Karena kemampuannya yang sangat baik untuk mengontrol chakra, Sakura telah dicatat memiliki bakat alami untuk genjutsu, meskipun sejauh ini Dia hanya terlihat menggunakannya untuk mengusir ilusi. Namun kelihatannya Dia telah menempatkan keterampilan terhadap ninjutsu medis sebagai gantinya.

Sasuke Uchiha

Sasuke Uchiha (うち は サスケ Uchiha Sasuke) adalah salah satu karakter utama dalam serial Naruto. Awalnya Ia diperkenalkan sebagai protagonis sebagai shinobi Konohagakure tingkat genin yang tergabung bersama Tim 7, Ia kemudian menjadi antagonis yang berafiliasi dengan Akatsuki. Sasuke saat ini menjadi missing-nin (ninja pelarian), dinyatakan sebagai kriminal internasional, dan satu-satunya yang selamat dari klan Uchiha.

Latar belakang

Sasuke merupakan anak kedua dan bungsu dari kapten Satuan Polisi Militer Konoha dan kepala klan Uchiha: Fugaku Uchiha, dan istrinya, Mikoto. Mikoto memberi Dia nama yang sama dengan nama ayah dari Hokage Ketiga dengan harapan bahwa Ia akan tumbuh menjadi seorang ninja yang hebat seperti pemilik nama sebelumnya. Sebagai seorang anak, Sasuke tumbuh di bawah bayang-bayang kakaknya, Itachi Uchiha yang dilihat dan diakui oleh klan Uchiha sebagai seorang yang jenius, dan yang karyanya akan semakin memperkuat ikatan antara desa dan klan. Ayah Sasuke sangat menaruh perhatian khusus kepada Itachi. Di sisi lain, Itachi memang agak tertutup dan penuh konflik yang tersembunyi, mengakui Sasuke dengan memberikan perhatian pada kemajuan Sasuke sebagai seorang ninja dan menghabiskan waktu bermain bersama dengan nya ketika bahkan ayah mereka tidak melakukannya. Bahkan setelah Sasuke terdaftar di Akademi, dia masih tidak dapat melarikan diri bayangan Itachi. Meskipun secara konsisten mencetak nilai tertinggi di setiap tingkatan, Sasuke gagal untuk menerima pengakuan apapun dari ayahnya, yang selalu membandingkan kesuksesan Sasuke dengan kakaknya. Itachi merasakan persaingan yang dirasakan oleh Sasuke, dan selalu menghibur nya. Itachi sangat menyayangi Sasuke, sehingga Sasuke sangat menginginkan untuk menjadi seperti Itachi.

Hubungan antara Itachi dan ayahnya semakin memburuk setelah Itachi dipertanyakan oleh anggota lain dari klan Uchiha mengenai kasus bunuh diri dari sahabatnya, Shisui. Karena perilaku Itachi menjadi semakin aneh, ayah Sasuke mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan Sasuke, dan mulai mengajarkan kepadanya Great Fireball Technique, teknik yang umum dikuasai oleh klan Uchiha. Ketika Sasuke pertama kali mencoba melakukan teknik ini, ia hanya menghasilkan api kecil dan setelah itu, asap. Ayahnya mengatakan bahwa Itachi bisa melakukannya pada percobaan pertamanya ketika seumur Sasuke, yang membuat dirinya kecewa. Kemudian, dengan satu minggu pelatihan, Sasuke (usia 7 tahun pada saat itu) melakukan teknik ini di depan ayahnya, membuktikan dirinya juga seorang anak ajaib dan akhirnya menerima pengakuan ayahnya. Ayah Sasuke mengatakan kepadanya bahwa Dia kini bisa dengan bangga mengenakan lambang klan di punggungnya. Setelah itu, Sasuke juga menerima peringatan keras untuk tidak mengikuti jejak Itachi lebih jauh, hal ini membuatnya terkejut karena sebelumnya Ia diarahkan untuk menjadi seperti Itachi, dan ayahnya menunjukkan bahwa Dia bangga terhadap Sasuke untuk pertama kalinya dengan cara yang sama seperti yang dulu Dia tunjukan kepada Itachi.

Di satu malam yang menentukan, Itachi membunuh semua anggota klan Uchiha, hanya Sasuke yang diampuni, dan mengatakan bahwa Sasuke tidak layak dibunuh. Selain itu, Itachi mengatakan kepadanya agar Sasuke terus hidup dalam kebencian dan meningkatkan kemampuan agar dapat membalas dendam kepada dirinya. Itachi juga mengungkapkan sebuah rahasia kepada Sasuke dimana tempat pertemuan rahasia Uchiha disembunyikan, dan menyarankan agar Sasuke pergi ke sana untuk mempelajari sejarah dan tujuan sebenarnya dari Sharingan itu. Dia mengatakan kepadanya bahwa untuk membangkitkan Mangekyo Sharingan, Dia harus membunuh orang yang dia paling dekat dengannya, dan bahwa ketika mereka bertarung nanti, mereka sudah memiliki mata yang sama. Sasuke hampir pingsan ketika itu, tetapi kemudian Ia berhasil berdiri kembali, membangkitkan Sharingan, dan mengejar Itachi. Setelah mencapai Itachi, dia menggunakan pisau untuk menyerang Itachi dan berhasil membuat pelindung dahinya terlepas. Itachi terlihat mencucurkan air mata saat dia mengambil pelindung dahinya yang jatuh. Dia kemudian melumpuhkan Sasuke, yang kemudian terbangun di rumah sakit dan hanya mengingat perkataan yang diucapkan Itachi.

Ketika Sasuke pertama kali bertemu dengan Naruto Uzumaki di Akademi, mereka cocok untuk berdebat satu sama lain. Naruto sangat senang pada kesempatan untuk mengalahkan Sasuke dan menjadi populer seperti Dia, tapi Dia mudah dikalahkan. Dengan melihat mata Sasuke, Naruto menyadari bahwa mereka begitu penuh dengan kebencian namun tampaknya Dia bahkan tidak melihat Naruto. Ketika Iruka mengatakan kepada mereka untuk membuat ikatan perdamaian, mereka berdua menolak. Sampai lulus dari Akademi, Sasuke tetap penyendiri dan tidak pernah mengakui upaya Naruto untuk mengalahkan Dia, dan menganggapnya seseorang yang tidak layak untuk menghabiskan waktu dan energi nya.

Kepribadian

Ketika ia masih kecil, Sasuke sangat baik, mengasihi terhadap orang tua dan kakak dan menghormati sesama klan serta guru. Dia bahkan sangat bangga menjadi adik Itachi dan anak Fugaku yang terkenal sebagai pelindung setia Konoha, dan dia ingin meniru mereka. Mimpi awalnya adalah untuk bergabung dengan Kepolisian Militer Konoha  ketika ia besar, seperti ayahnya dan karena itu ia sangat mengharapkan persetujuan dan pengakuan kemampuannya. Setelah Itachi membantai klan, cita-cita dan kepribadian Sasuke berubah drastis dan dia menjadi dingin, acuh tak acuh, kejam, sinis, agak sombong, dan mengabdikan sembilan tahun ke depan hidupnya untuk membunuh Itachi.

Ketika pertama kali diperkenalkan ke Tim Kakashi, Sasuke menampakan ketidakpedulian kepada rekan satu timnya serta yang lain. Merasa lebih unggul dari mereka semua, termasuk terhadap gurunya, Sasuke tidak mau bekerja sama dengan rekan satu timnya, karena Ia merasa mereka tidak akan memberinya bantuan dalam melanjutkan ambisinya untuk membunuh saudaranya, sikap ini dipengaruhi nilai-nilainya di Akademi setelah kehilangan klan, Ia memiliki skor terendah dalam hal kerjasama dan terendah kedua dalam ketegasan. Namun, dari waktu ke waktu, karena Ia berinteraksi setiap hari dengan rekan satu timnya, Ia mulai melihat mereka sebagai keluarga dan Sasuke mulai kehilangan kebenciannya, lebih memikirkan timnya daripada membalas dendam. Sasuke bahkan mengaku kepada Naruto bahwa Dia hampir berpikir bahwa Ia harus melupakan dendam dan lebih berfokus pada Tim 7. Namun, Segel Kutukan Surga yang diberikan oleh Orochimaru kepada Sasuke selama Ujian Chunin telah membantu mendorong Dia kembali ke dalam keinginannya untuk membalas dendam dan memberinya kekuatan lebih. Meskipun Kakashi Hatake berhasilmenutup efek segel kutukan itu, dan mengajarinya Chidori dengan harapan Dia melupakan keinginan balas dendam, Sasuke mulai menarik lebih banyak kekuatan dari segel dengan harapan bisa menjadi semakin kuat. Hal ini disebabkan ambisi sebelumnya yang menyebabkan Dia mengabaikan persahabatan sekali lagi.

Menurut Kakashi, Sasuke memiliki rasa superioritas dan inperioritas yang komplek dalam waktu bersamaan, karena ia tidak bersedia untuk mengakui ketika seseorang lebih kuat dari Dia, tapi terobsesi ketika Ia percaya bahwa mereka ada. Misalnya, Ia puas dengan persaingannya dengan Naruto ketika Dia percaya Dia adalah yang lebih kuat dari mereka berdua, tapi perkembangan cepat Naruto tanpa sepengetahuannya yang ditunjukan dalam kemenangannya atas jinchūriki dari Sunagakure, Gaara, yang sebelumnya mengalahkan Sasuke, dan kekalahan mudah oleh Itachi saat kembali ke Konoha, semua berujung pada pembelotan ke Otogakure untuk mencari kekuatan dari Orochimaru.

Dalam Bagian II, Sasuke menjadi semakin percaya diri pada kemampuan barunya. Secara konsisten, dia tetap tenang dan tidak peduli dengan situasi yang dihadapi. Bahkan ketika ditekan oleh musuh seperti Orochimaru atau Deidara, dia tidak menunjukkan emosi apapun; ironisnya, bertindak dingin seperti kakaknya dan hanya berungguh-sungguh ketika hal yang Ia hadapi melibatkan Itachi. Meskipun semakin kuat, Sasuke sepertinya tidak mau membunuh sia-sia dalam usahanya untuk membalas dendam menunjukan bahwa Ia masih memiliki sedikit moral. Sasuke, bagaimanapun, mempertahankan kebiasaannya meremehkan lawan-lawannya, ditunjukkan dengan sikap yang terlalu percaya diri dalam pertempuran. Meskipun, Sasuke terkadang mengakui kesalahannya pada hal-hal seperti itu, seperti yang ditunjukkan setelah pertempuran dengan Deidara dan Killer B di mana Dia mengakui bahwa mereka lebih kuat dari yang Dia sangka dan bahwa Dia telah memberikan Taka waktu yang jauh lebih sulit daripada yang diharapkan.

Sasuke telah menunjukan rasa bangga yang menjurus pada kesombongan atas nama klan nya dan kesetiaan untuk itu dengan terus memakai lambang klan di punggungnya dengan bangga dan menolak mengenakan simbol yang lain seperti pelindung dahi. Meskipun mengklaim sebelumnya bahwa Ia tidak peduli jika Ia harus mengorbankan tubuhnya sendiri kepada Orochimaru asalkan bisa mewujudkan tujuannya untuk membalas dendam, namun ketika Sasuke merasa telah tumbuh lebih kuat dari Orochimaru Ia berpikir bahwa menyerahkan diri kepada seseorang yang lebih lemah dari dirinya sendiri adalah penghinaan terhadap Uchiha. Dia juga memandang siapapun di luar klan yang menguasai dojutsu sebagai penghinaan, karena mata merupakan perwakilan dari kekuatan klan Uchiha, menunjukkan rasa jijik terhadap Danzō Shimura yang telah menanamkan sepuluh Sharingan di lengannya , dan satu dari sebelas di rongga mata kanannya dan menyatakan bahwa Kakashi harus merasa berterima kasih kepada Uchiha untuk kekuatan Mangekyo Sharingan. Menurut Tobi, Sasuke sediri sudah memikul kebencian seluruh klan Uchiha, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dalam klan.

Setelah pertempuran dengan Itachi, terukap kenyataan bahwa Itachi telah diperintahkan oleh Tetua Konoha untuk membasmi klan ditambah dengan pengetahuan baru bahwa Itachi benar-benar menyayanginya, Sasuke bersumpah untuk membunuh para tetua yang telah memanfaatkan kakaknya dan memerintahkan Dia untuk membantai klan Uchiha. Setelah memastikan kebenarannya, Sasuke segera menumbuhkan kebenciannya terhadap desa yang pernah Ia anggap sebagai rumah dan bersumpah untuk menghancurkan desa, untuk memutuskan hubungan”dunia ninja busuk” dengan klan Uchiha dan menyucikan nama klan.

Seiring waktu berlalu untuk melanjutkan tujuan balas dendam dan dengan pengaruh buruk lebih lanjut dari Tobi, Sasuke telah tumbuh jauh lebih kejam dan bengis, dengan moralitas yang tersisa selama bersama Orochimaru yang terus memudar , pada saat ia melakukan serangan terhadap Kage Summit, ia membunuh siapa saja yang yang menghalanginya, tidak peduli kepada timnya, dan setelah menyudutkan Danzō, Sasuke mengorbankan seorang kawan yang sedang disandera untuk mencapai tujuannya untuk membalas dendam, dan mencoba untuk membunuh mantan rekan satu tim dan guru nya dengan tanpa rasa malu, rasa bersalah, atau penyesalan atas tindakannya.

Awalnya, Sasuke masih memegang norma untuk mengampuni yang tidak bersalah dan kerja sama diantara rekan satu tim, yang terlihat di dalam kelompok shinobi baru  yang dibentuk nya. Meskipun, karena Ia menjadi lebih dikuasai oleh rasa haus untuk membalas dendam, Ia menunjukkan bahwa Ia melihat mereka tidak lebih dari hanya sebagai alat untuk mencapai tujuannya,sehingga dengan cepat membuang mereka ketika mereka tidak lagi diperlukan. Ini terlihat pada Kage Summit di mana Ia meninggalkan Jugo dan Suigetsu, dan hanya membawa Karin yang bisa membawanya kepada Danzō, serta membunuh banyak samurai yang menghalangi jalan nya. Dia juga kemudian membuang Karin, tanpa ragu menusuk Dia hanya untuk membunuh Danzō dan kemudian mencoba untuk membunuh Karin untuk mencegah Dia menjadi beban di masa depan. Bahkan ketika kekanak-kanakan kasih sayang Sakura yang kemudian berubah menjadi lebih serius, Sasuke tetap tidak membalas perasaan itu, meskipun sebelum Dia meninggalkan desa, Ia memberi Sakura ucapan terima kasih yang tulus. Tetapi kemudian, setelah pertempuran yang sama dengan Danzō, ketika Ia harus bertarung dengan Tim Kakashi, dimana Ia berusaha untuk membunuh Sakura dua kali meskipun Dia menunjukkan keraguan yang jelas untuk melakukan hal yang sama. Dibalik arogansi dan kebrutalan, Sasuke tidak segan untuk memberikan pujian kepada musuh seperti ketika memuji Gaara untuk kekuatan dan kecepatan pertahanan mutlak nya dan mengakui bahwa Kakashi sangat terampil menggunakan Sharingan untuk seseorang yang bukan bagian dari Uchiha.

Setelah mengungkapkan perasaan gembira yang belum pernah Ia rasakan setelah membunuh Danzō dan bahkan menyatakan bahwa membunuh anggota Konoha sebagai prioritas tertinggi dan kepuasan nya, Karin, Kakashi, Sakura, dan sisa dari Konoha 11 benar-benar kehilangan harapan kepadanya. Setelah menerima “Eternal Mangekyo Sharingan”, kekejaman Sasuke tampaknya mencapai tingkat yang baru ketika dia membunuh White Zetsu hanya untuk menguji kekuatan barunya. Dia juga berkembang menjadi seorang individu yang tidak sabar dan sembrono dalam pertempuran. Meskipun pengaruh Tobi menjadi salah satu sumber utama perubahan buruk Sasuke dan jalan mereka yang sama mengenai kebencian dan balas dendam, serta percaya bahwa Tobi adalah sesama Uchiha, Sasuke menolak untuk mengakui Tobi sebagai sekutunya, dan bahkan berbicara kasar kepadanya setiap waktu. Ia juga menunjukkan kemarahan besar setiap kali seseorang menyebutkan Itachi dengan cara yang negatif, menghancurkan Danzō dengan Susanoo nya karena berbicara buruk tentang saudaranya dan siap untuk membunuh tim shinobi Konoha jika melakukan hal yang sama. Kebencian Sasuke telah memutar balikan setiap kenangan baik di Konoha menjadi hal yang negatif untuk dijadikan bahan bakar membalas dendam.

Selama hari kedua Perang Dunia Shinobi Keempat, setelah bersatu kembali dengan reinkarnasi Itachi, Sasuke menunjukkan sisi agak lebih rentan terhadap dirinya bukan sikap dingin seperti biasanya. Ini menunjukkan betapa bingung dan hancurnya Dia atas keputusan Itachi, mengatakan kepada saudaranya bahwa Ia tidak mengerti mengapa Dia terhindar dari pembantaian itu dan tampaknya menyiratkan bahwa Ia akan lebih suka mati sebagai seorang anak daripada harus berurusan dengan kesedihan dan penderitaan yang mengikutinya kemudian. Harus hidup melalui banyak kebohongan yang ditetapkan Itachi baginya., Sasuke ingin mendengar kebenaran dari Itachi sendiri. Sementara reuni dengan Itachi hanya menambah kebenciannya terhadap Konoha, Sasuke sekarang mempertanyakan semua yang ada tentang shinobi, bahkan mempertanyakan apakah balas dendam adalah tujuan hidupnya, yang tampaknya tujuan itu sangat membingungkannya; keinginannya untuk menemukan jawabannya membuatnya membawa Orochimaru kembali, suatu keputusan yang paling tidak diharapkan oleh semua orang untuk Dia lakukan. Orochimaru mencatat bahwa Sasuke sudah berubah dari bagaimana dia ketika dimanipulasi oleh dirinya sendiri, Tobi dan Itachi, tapi tidak merinci lebih jauh;. Ia melakukannya, bagaimanapun Ia menyetujui pola pikir nya saat ini.

Penampilan

Sasuke adalah seorang ninja berkulit putih, bermata hitam dan rambut hitam sebatas dagu. Rambutnya runcing di bagian belakang dengan poni yang memanjang selama cerita berlangsung. Sebagai anak muda, poni menggantung di atas matanya. Kemudian, mereka akan menggantung di kedua sisi wajahnya dengan membingkai sekitar pipinya dan kemudian kembali lagi ke gaya aslinya. Sasuke dianggap cukup tampan dimana banyak perempuan seusiannya yang tergila-gila oleh dirinya. Pada awal Bagian I, pakaian Sasuke terdiri dari pakaian tradisional Uchiha: sebuah kemeja biru lengan pendek  dengan kerah tinggi dan lambang klan Uchiha di bagian belakang dan penghangat lengan putih, yang berhenti Ia kenakan setelah Ujian Chunin, bersama dengan celana pendek putih. Pada tahap terakhir dari Ujian Chunin, ia mengenakan satu potongan pakaian hitam, dengan banyak sabuk lengan menghiasi lengan kirinya dan sabuk serupa di sekitar kedua kaki. Dalam cerita selanjutnya, lambang Uchiha menjadi lebih kecil dan lebih kecil lagi sampai setelah Ia mengalahkan kakaknya.

Awalnya, Sasuke mengenakan pelindung dahi biru dengan simbol Konoha pada pelat logam. Setelah menderita kekalahan kedua dari Itachi, Sasuke berhenti memakainya selama beberapa waktu. Dia mengenakannya kembali pada paruh kedua pertempuran dengan Naruto di Valley of End, hanya untuk membiarkannya jatuh di akhir. Sejak itu, Sasuke tidak pernah memakai pelindung dahi.

Dalam Bagian II, Sasuke telah tumbuh menjadi lebih tinggi selama dua setengah tahun dan lebih berotot. Dia pertama kali ditampilkan mengenakan kemeja putih lengan panjang, yang terbuka pada bagian dada, dengan versi yang lebih kecil dari lambang klan Uchiha di kerahnya. Dia mengenakan celana panjang biru tua dengan kain biru tergantung dari perutnya hingga ke lutut. Dia juga mengenakan pelindung lengan hitam yang menutupi lengan dan membentang hingga mencapai bisep atasnya. Ia juga mengenakan sabuk tali ungu di pinggang, di mana ia membawa pedangnya.

Setelah bertarung melawan Deidara, Ia beralih ke kemeja abu-abu gelap tanpa lengan. Pelindung lengannya juga sudah tidak dipakai, dan Dia mulai memakai perban di pergelangan tangannya, di mana Ia memakai ban lengan khusus dengan segel tempat Ia menyimpan berbagai shuriken. Dia juga mengenakan jubah berwarna hitam.

Setelah ia bertemu dan bertarung melawan Itachi, dia kembali mengenakan kemeja lengan pendek abu-abu berkerah tinggi seperti kemeja biru yang biasa dipakainya dalam Bagian I tetapi dengan ritsleting. Dia juga memakai penghangat pergelangan tangan biru dengan ban lengan shuriken yang tersembunyi di bawahnya. Dia sempat mengenakan jubah Akatsuki bersama dengan pakaian ini. Ciri lain terlihat adalah bahwa seiring dengan baju baru, Sasuke mulai membiarkan rambutnya menggantung di dahinya. Lambang klan Uchiha di bagian belakang pakaian itu telah kembali ke ukuran aslinya sejak pertempuran dengan Itachi. Sementara menyesuaikan diri dengan mata Itachi di Makam Pegunungan ‘, ia terlihat mengenakan jubah hitam Uchiha mirip dengan yang dikenakan oleh Madara di masa mudanya dengan sabuk melingkar di pinggang.

Selama masa kecilnya, Sasuke mengenakan kemeja lengan panjang sederhana berwarna hitam dengan kerah diangkat dan lambang klan Uchiha di punggung, dan celana pendek hitam (putih di anime). Ketika Sasuke dan Itachi bergabung pada misinya untuk menangkap babi hutan, Sasuke mengenakan seragam ANBU.

Kemampuan

Sasuke dipuji sebagai jenius, bahkan oleh standar ahli pertempuran klan Uchiha, yang mahir di semua yang Dia lakukan dan menemukan sedikit kesulitan dalam tugas-tugas yang lebih menantang. Mencetak nilai tertinggi dalam tes kinerja dan salah satu yang meraih nilai tertinggi dalam tes tertulis, Ia dengan mudah lulus dengan nilai tertinggi dari Akademi. Kehebatannya dalam penggunaan teknik tingkat tinggi serta taktik berbasis perangkap dan senjata bahkan membuat Kakashi terkejut selama ujian bel. Secara keseluruhan, Sasuke telah menjadi sangat mahir dalam semua teknik klan-nya dengan pengetahuan alami nya, meskipun Dia kurang mendapatkan pelatihan formal sehingga hanya mengandalkan semata-mata pada bakat bawaan dan tekad. Tobi, Itachi, dan Orochimaru semuanya menyatakan bahwa Sasuke memiliki potensi unik untuk menjadi lebih kuat dari kakaknya, yang sudah dianggap jenius oleh semua orang. Orochimaru bahkan mencatat bahwa Sasuke jauh lebih kuat dari Dia di usia yang sama ketika Ia melatih Sasuke di Bagian II. Tobi juga menyatakan bahwa dalam waktu singkat, Sasuke bisa menjadi lebih kuat dari Nagato.

Dalam Bagian II, meskipun secara resmi masih dalam tingkat Genin, Ia mengembangkan banyak potensi nya, menjadi cukup kuat untuk melawan beberapa shinobi yang memiliki tingkat lebih tinggi, bahkan Ia meremehkan kemenangannya atas Orochimaru dan melemahkan gelar Sannin. Menurut Tobi, Itachi sudah menentukan hasil dari perjuangan mereka, dan sakit saat Ia sedang menggunakan obat untuk memperpanjang hidupnya. Ini tidak mencegah Itachi untuk memuji Sasuke, Ia mengatakan jika Dia tidak menggunakan Susanoo Ia akan dibunuh oleh Kirin. Sasuke selamat setelah bertarung dengan Deidara, ninja S-rank yang sangat kuat, tanpa cacat. Setelah menerima Mangekyo Sharingan, Sasuke terbukti mampu bertahan sendiri melawan sedikitnya dua Kage dan pengawal nya masing-masing. Ia juga mampu melawan Danzō, lawan dengan tingkat Kage yang umumnya mengendalikan jalannya pertempuran untuk akhirnya berhasil mengalahkan Dia, bahkan masih bisa bertahan hidup terhadap penggunaan berulang Izanagi oleh para tetua, suatu prestasi yang kemudian membuatnya mendapatkan pujian dari Itachi. Bahkan ketika Sasuke masih belum sepenuhnya sembuh dari pertarungan melawan Itachi, Killer B, jinchūriki dari Gyūki dan seorang ninja yang sangat kuat, memuji Sasuke sebagai ninja terkuat kedua yang pernah Ia lawan, meskipun Sasuke gagal untuk mengalahkan Dia.

Di bawah pelatihan Orochimaru, Sasuke menjadi sasaran percobaan Sannin dan sebagai hasilnya mengembangkan peningkatan fisik termasuk kekebalan terhadap kebanyakan bentuk racun, seperti racun di tingkat dimana Sakura mempelajarinya dari Shizune tidak akan mempengaruhi dirinya. Namun, dia tidak kebal terhadap efek darah beracun milik Orochimaru. Latihannya juga memberinya keterampilan luar biasa dalam fūinjutsu dan pengetahuan cukup luas di segel lainnya, termasuk segel kutukan Orochimaru. Pada masa kecil nya, Sasuke dilatih kemampuan panahan, sehingga memungkinkan Dia untuk bertarung jarak jauh (meskipun Itachi menyatakan bahwa Sasuke masih perlu latian saat itu)

Naruto Uzumaki

Naruto Uzumaki (うずまき ナルト Uzumaki Naruto) adalah judul dan karakter protagonis utama dari seri: Naruto. Dia adalah seorang Genin dari Konohagakure, anggota Tim Kakashi, dan jinchūriki Kurama (Nine-Tailed Demon Fox) yang ketiga.

Latar belakang

Naruto lahir sebagai anak dari Hokage Keempat, Minato Namikaze, dan jinchūriki Kurama kedua, Kushina Uzumaki. Orang tua Naruto menamainya berdasarkan karakter utama dalam buku pertama Jiraiya, sehingga menjadikan sang Sannin menjadi ayah angkatnya.

Sebelum kelahiran Naruto, orang tua nya dan Hokage Ketiga tahu bahwa segel Kurama dalam tubuh Kushina berada dalam bahaya pada saat proses melahirkan. Untuk mencegah bahaya tersebut, Kushina diungsikan ke luar desa untuk melahirkan ditempat yang aman dan rahasia dengan Biwako Sarutobi dan Taji sebagai bidan, beberapa ANBU untuk berjaga, dan Minato yang bertugas untuk menjaga segel Kurama tetap aman. Namun, segera setelah Kushina melahirkan, Tobi muncul dan menyandra Naruto, menuntut Minato agar menjauh dari Kushina atau Dia akan membunuh anak yang baru lahir tersebut. Dia kemudian menggunakan pengalihan yang memaksa Minato untuk membawa bayi ke lokasi yang lebih aman, sehingga Dia bisa melarikan diri dengan Kushina. Pada saat Minato berusaha mengejarnya, Tobi sudah berhasil melepaskan Kurama.

Untungnya, Kushina (yang selamat dari ekstraksi Kurama berkat vitalitas nya yang kuat) dapat diselamatkan oleh Minato dan dipertemukan kembali dengan Naruto, sementara Minato pergi untuk memerangi Tobi. Untuk menyelamatkan desa, Minato mengorbankan hidupnya untuk menyegel Kurama dalam tubuh Naruto, percaya bahwa anaknya suatu hari nanti akan membutuhkan kekuatan makhluk tersebut untuk mengalahkan Tobi. Tiba-tiba menjadi anak yatim, Naruto ditinggalkan untuk tumbuh dewasa tanpa mengetahui apapun mengenai orang tuanya, hanya menerima nama belakang ibunya karena Hokage Ketiga berpikir bahwa itu adalah hal terbaik jika tidak ada yang tahu bahwa Ia terkait dengan Hokage Keempat.

Sebelum Minato meninggal, Ia meminta agar warga desa Konoha melihat Naruto sebagai pahlawan yang telah membantu mengalahkan Kurama. Namun, hanya beberapa warga desa yang menghormati permintaannya, sementara sebagian besar membencinya karena dianggap sebagai penjelmaan rubah yang telah menghancurkan rumah mereka. Mengetahui masalah ini, Hokage Ketiga memutuskan bahwa tidak seorang pun yang boleh membicarakan mengenai Kurama yang ada di dalam tubuh Naruto, berharap bahwa dengan melakukan ini, anak-anak mereka tidak akan membencinya seperti mereka. Anak-anak, bagaimanapun, mengikuti jejak orangtua mereka, meskipun tidak tahu mengapa. Terlepas dari Hokage Ketiga, Iruka Umino adalah satu-satunya yang bertindak sebagai pengganti keluarga untuk Naruto muda bersama dengan pemilik Ramen Ichiraku: Teuchi dan putrinya, Ayame, sampai batas tertentu.

Ketika Naruto pertama kali bertemu dengan Sasuke Uchiha di Akademi, mereka cocok untuk berdebat satu sama lain. Naruto sangat senang apabila ada kesempatan untuk mengalahkan Sasuke dan menjadi begitu populer seperti Dia, namun Ia dengan mudah dapat dikalahkan. Dengan melihat mata Sasuke, Naruto menyadari bahwa mereka dipenuhi dengan kebencian. Ketika Iruka mengatakan kepada mereka untuk membuat ikatan perdamaian, mereka berdua menolak. Kemudian, Naruto bertekad untuk mengalahkan Sasuke,. Menjadikan Dia saingannya. Ketika Naruto mengetahui bahwa Sasuke juga yatim piatu, Ia diam-diam merasa senang karena tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang hidup sendirian dan ingin berbicara dengannya, tetapi tidak bisa karena kecemburuannya. Namun, Naruto berharap, suatu hari nanti, Sasuke akan mengakui Dia setara dengannya.

Kepribadian

Naruto adalah anak yang bersemangat, percaya diri, dan pantang meyerah. Naruto juga memiliki sejumlah sifat kekanak-kanakan, seperti kebiasaannya menyimpan uang di dalam sebuah dompet berbentuk katak hijau gemuk yang sangat disayanginya dan diberi nama panggilan “Gama-chan”, menjadi pemakan yang sangat pilih-pilih (dia hampir selalu hanya makan ramen dan pelanggan tetap di Ramen Ichiraku), dan takut pada hantu. Dia juga terkadang berbuat genit, sesuatu yang cenderung ditegur oleh Sakura Haruno dan Iruka, tetapi malah akan lebih menjadi setelah bertemu dengan mentornya Jiraiya, menyebabkan banyak orang mengatakan bahwa Jiraiya mengangkat replika sempurna dari dirinya sendiri. Namun, setiap kali seseorang yang menyayanginya berada dalam kesulitan, Naruto bisa sangat serius, dan akan langsung berusaha untuk datang membantu mereka.

Menurut Kakashi, Naruto belajar melalui tubuhnya, karena ia adalah anak yang relatif naif, sederhana, dan lambat untuk memahami prinsip atau situasi, yang sering membutuhkan analogi yang disederhanakan untuk memahami apa yang sedang dijelaskan kepadanya. Secara keseluruhan, Naruto memiliki respon yang sangat baik terhadap persaingan dan memiliki kepercayaan diri yang besar, lantang menyatakan bahwa Ia akan menguasai teknik apa pun yang Ia pelajari dalam waktu yang lebih singkat dari waktu yang dibutuhkan oleh orang lain, dan Ia tidak ragu untuk meminta bantuan jika Ia membutuhkannya.

Karena prasangka dan kesepian yang Ia derita di masa kecilnya, Naruto mendambakan pengakuan dari orang-orang di sekitarnya. Untuk mencapai itu, Naruto mengatakan pada seluruh penduduk desa bahwa Ia akan menjadi Hokage. Bahkan setelah lulus dari akademi, Naruto masih bertekad untuk diakui, tetapi karena Ia semakin banyak menjalin ikatan persahabatan dengan orang lain, alasannya untuk menjadi Hokage hanya karena ingin diakui mengalami perubahan, alasannya sekarang didasari oleh keinginan kuat untuk melindungi orang-orang yang dekat dengannya. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Tobi, Naruto memiliki Semangat Api, mempersamakan dia dengan Hashirama Senju dalam aspek ini. Tekad Naruto dan semangat nya telah memberikan dampak pada kehidupan orang-orang di sekitarnya, bahkan musuh-musuhnya telah dipengaruhi oleh empatinya. Kakashi dan Temari menyebut karisma luar biasa Naruto sebagai “kekuatan unik” yang memungkinkan Dia untuk mengubah sudut pandang orang lain. Son Goku juga menganggapnya sebagai orang yang terbuka dan jujur. Seperti Guy dan Rock Lee, ketika Naruto membuat janji, ia selalu mengacungkan jempol nya seperti “pose orang baik”.

Pembelotan Sasuke membuat Naruto sangat terkejut, tetapi Dia tidak pernah goyah dalam keputusannya untuk membawanya kembali ke Konoha. Ketika gurunya, Jiraiya, tewas dalam pertempuran oleh pemimpin Akatsuki, Pain, Ia bersumpah akan membalas dendam terhadap orang itu dan meninggalkan Konoha beberapa waktu untuk berlatih senjutsu. Ketika kembali ke rumah setelah Pain menghancurkan desa, dan mengamuk, Ia bertemu dan berbicara dengan ayahnya, Minato Namikaze, yang menjelaskan kepadanya siklus kebencian dan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menyelamatkan dunia ninja dari kebencian itu. Setelah mendengarkan cerita Nagato tentang bagaimana kebencian dapat membawa seseorang dan dunia ke dalam kegelapan, Naruto berjanji Ia akan mengakhiri lingkaran kebencian dan membawa perdamaian ke dunia ninja. Keputusan ini bagaimanapun akan bertentangan langsung dengan usahanya untuk membawa pulang Sasuke, sesuatu yang pada awalnya membuat Dia sangat tertekan. Namun setelah bertemu lagi di Land of Iron, Naruto memutuskan bahwa apabila Ia harus bertarung dan berpotensi membunuh temannya untuk mengakhiri siklus kebencian dan menyelamatkan Sasuke, Ia bersedia untuk mengorbankan nyawa nya sendiri.

Ketika ia mengetahui bahwa Perang Dunia Keempat Shinobi telah dimulai, Naruto menjadikan ini sebagai misinya untuk mengakhiri perang oleh dirinya sendiri, sehingga tidak ada orang lain yang akan menderita. Dia terus melakukannya sampai pertempuran dengan reinkarnasi Nagato dan Itachi Uchiha. Setelah pertarungan, meskipun Itachi mengakui Naruto bahwa Ia telah menjadi lebih kuat, Ia menjelaskan kepada Naruto bahwa jika Ia tetap percaya bahwa Dia bisa melakukan semuanya sendirian, Dia akan menjadi sombong seperti Madara. Itachi juga mengatakan bahwa jika Naruto sudah menjadi Hokage, Ia tidak boleh melupakan teman-temannya atau melakukan segala sesuatu sendiri.

Dark Naruto

Setelah Killer Bee menolak untuk melatih Naruto, Motoi memandu Naruto dan Yamato ke Falls of Truth, tempat dimana Bee berlatih untuk mengontrol kekuatan Gyūki. Ia memerintahkan Naruto untuk duduk dan menutup matanya. Segera setelah itu, Dark Naruto (闇 ナルト Yami Naruto), manifestasi dari kebencian yang ada dalam hati Naruto, muncul, mengatakan kepada Naruto tentang seberapa cepat orang-0rang dari Konoha berubah pikiran mengenai dirinya. Dark Naruto berseru bahwa Kurama lebih menyukainya dibanding Naruto yang asli yang dianggapnya sebagai penipu ulung. Mereka mulai bertarung, tetapi setelah beberapa saat, Naruto menyadari bahwa mereka berdua memiliki teknik, kemampuan, dan taktik yang sama. Akibatnya, pertarungan mereka berlangsung seimbang dan Naruto mengatakan bahwa jika mereka terus seperti ini, akan dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikannya.

Dia muncul kembali setelah Naruto kembali ke Falls of Truth. Daripada berkelahi, Naruto memproyeksikan gambar dari pikirannya yang memperlihatkan bahwa ia tidak mampu untuk menentang shinobi Konoha. Hal ini membuat marah Dark Naruto, menunjukkan kepada Naruto bahwa orang-orang tersebut adalah bagian dari desa yang sama yang membuatnya menderita sebagai orang buangan, mengatakan kepadanya bahwa Ia seharusnya tidak mempercayai mereka. Namun, Naruto menyatakan bahwa Ia mempercayai penduduk desa karena mereka penting baginya, tapi apa yang juga penting adalah bahwa Dia harus memiliki keyakinan di dalam dirinya, sehingga Ia akan memiliki kekuatan untuk hidup sesuai dengan kepercayaan penduduk desa kepada dirinya. Pernyataan Naruto mulai melemahkan Dark Naruto, kemudian memaksa Dia untuk bertanya apa alasan untuk keberadaannya. Naruto menyatakan bahwa Ia benar-benar berterima kasih kepada Dark Naruto yang telah mendorongnya hingga menjadi seperti sekarang. Dia memeluk Dark Naruto ketika Dark Naruto mencoba untuk menyerangnya, dan mengatakan kepada Dark Naruto bahwa semua akan baik-baik saja. Setelah melepaskan kemarahannya mengenai masa lalu mereka, mata Dark Naruto berbinar memahami kata-kata Naruto, dan menghilang.

Kemudian, ketika Naruto memasuki alam bawah sadarnya, Kurama terkejut karena tidak bisa lagi merasakan kebencian apapun di dalam diri Naruto, dan mempertanyakan tentang di mana “Dia yang sebenarnya” , Naruto menjawab bahwa Dia yang sebenarnya berada tepat di depannya.

Penampilan

Sebagaimana dinyatakan oleh Jiraiya, Naruto memiliki kemiripan yang mencolok dengan ayahnya, memiliki mata biru dan rambut pirang runcing Minato. Dari ibunya, Naruto mewarisi bentuk mata dan wajahnya. Selama Perang Dunia Keempat Shinobi, Dan Kato awalnya salah mengenali Dia sebagai Nawaki karena kemiripan mereka yang mencolok. Karakteristik fisik yang paling menonjol dari Naruto adalah tanda kumis di wajahnya yang Ia dapatkan sebagai pengaruh dari Kurama pada saat Dia masih berada di dalam rahim Kushina. Mungkin sifat Naruto paling sering disebutkan sebelum paruh kedua dari seri adalah perawakannya yang pendek untuk anak seusianya. Setelah masa pelatihan, ia memiliki percepatan pertumbuhan yang signifikan yang membuat dia lebih tinggi dari rekan setimnya, Sakura.

Dalam Bagian I, baju Naruto terdiri dari setelan pakaina berwarna oranye dengan kombinasi biru pada area bahu atas dan di sekitar pinggang, motif pusaran putih dengan rumbai di lengan kiri atas, motif pusaran merah di belakang, kerah putih besar, celana oranye , sandal biru, dan pelindung dahi biru yang diberikan kepadanya oleh Iruka setelah ia lulus dari Akademi.

Dalam Bagian II, baju Naruto mengalami modifikasi setelah dipakai sampai hancur selama pelatihan dengan Jiraiya. Pakaian tetap berwarna oranye serta motif pusaran putih (tanpa rumbai) di lengan kiri atas dan motif pusaran merah di belakang, tapi kali ini dengan kombinasi hitam di bagian lengan, bahu, dada, lingkar pinggang, dan melintang dari leher ke pinggang di bagian depan. Pelindung dahi dan sandal juga telah berubah menjadi berwarna hitam. Selama pertempuran dengan Pain, Naruto mengenakan mantel lengan pendekberwarna  merah dengan pola api berwarna hitam di bagian bawah. Dia juga membawa gulungan besar di punggungnya.

Ketika ia memasuki Nine-Tails Chakra Mode (九尾チャクラモード Kyūbi Chakura Mōdo), tubuhnya ditutupi chakra berwarna kuning, dan rambutnya meruncing ke atas menyerupai tanduk. Setelah Ia dan Kurama menyatukan chakra mereka dan memasuki Tailed Beast Mode (尾獣モード, Bijū Mōdo), penampilannya berubah lagi. Ia tampak mengenakan jubah yang memiliki tampilan compang-camping. Rambutnya yang tampak seperti ‘tanduk’ tumbuh lebih besar, dan tanda kumis diwajahnya menjadi lebih tebal. Jubah nya juga memiliki pelengkap berbentuk seperti sembilan ekor yang terbentuk dari jubah itu sendiri dengan motif gari yang melintang di tengah nya.

Kemampuan

Pada awal seri, salah satu teknik Naruto yang bisa Ia lakukan tanpa gagal adalah Teknik Transformasi, dan varian yang diciptakan oleh dirinya sendiri yang disebut Sexy Technique; sebuah teknik pengalihan kreatif tetapi hampir seluruhnya tidak berguna. Sepanjang Bagian I, Ia belajar sejumlah teknik bertarung jarak pendek, yang diperluas dan diperdalam selama dua setengah tahun pelatihan dengan Jiraiya. Naruto juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ninja lainnya di bawah bimbingan Jiraiya, dengan menggunakan lebih banyak taijutsu dan peralatan ninja. Dia juga belajar bagaimana untuk menghilangkan genjutsu meskipun dengan keterampilan yang terbatas dengan itu, Ia mampu menahan serangan genjutsu ketika akan di buat tidak sadarkan diri oleh Itachi Uchiha. Selama Bagian II, Ia mulai menguasai teknik bertarung  jarak jauh, seperti Wind Release: Rasenshuriken, Mini-Rasenshuriken, lengan chakra, dan Tailed Beast Ball.

Dalam Bagian I, Naruto tercatat memiliki banyak potensi. Ketika Orochimaru melihatnya mengalahkan Kabuto, Ia mencoba untuk membunuh Naruto karena takut pada kekuatan Naruto di masa depan. Banyak dari potensi ini memanifestasikan dirinya selama Bagian II, membuktikan dirinya pantas disejajrkan dengan anggota S-rank dari Akatsuki. Kemenangannya atas Six Paths of Pain telah membuatnya menerima penghargaan besar di dunia ninja: penduduk Konoha ekarang bahkan percaya Dia adalah calon Hokage setelah mereka mendengar tentang itu, dan Zetsu, setelah melihat pertempuran mereka, mengatakan bahwa Naruto telah menjadi lebih kuat dari Sasuke, yang juga menunjukkan perkembangan yang sama ketika bertarung dengan anggota Akatsuki. Bahkan Kurama sangat terkejut pada peningkatan mendadak kekuatan Naruto pada paruh kedua pertarungan mereka di alam bawah sadar Naruto. Sebagai bukti lain kekuatannya, Naruto mendapat pengakuan dari Uchiha Madara yang telah dihidupkan kembali, yang dianggap sebagai salah satu shinobi terkuat dalam sejarah, kedua setelah Hashirama Senju setelah menghentikan salah satu serangan terkuat Uchiha. Dengan pelatihan lebih lanjut dan kontrol terhadap kekuatan Kurama, Ia bahkan mampu bertarung pada tingkat yang sebanding terhadap Kage dari generasi sebelumnya dan saat ini di medan perang. Setelah membentuk aliansi dengan Kurama, Ia bisa melawan Tobi dengan berubah menjadi bentuk Kurama sepenuhnya, namun dengan kontrol penuh Naruto.

Menjadi keturunan dari klan Uzumaki, Naruto mewarisi kekuatan bertahan yang sangat besar. Ini memberinya stamina dan vitalitas luar biasa, dan dengan jangka waktu yang sangat lama. Meskipun usianya masih muda, Naruto telah berulang kali tercatat memiliki cadangan chakra yang besar, yang Kakashi perkirakan hal itu setidaknya empat kali lebih besar dibandingkan chakra miliknya sendiri selama misi awal mereka bersama sebagai Tim 7. Chakra nya digambarkan oleh Karin sebagai chakra yang hangat dan cerah, kebalikan dari chakra milik Sasuke. Dia tampaknya memiliki beberapa pengetahuan tentang fūinjutsu, karena Ia tahu bagaimana menggunakan kunci segel setelah menerima Gerotora, dan menyegel kembali Kurama setelah ia terpisah dari chakra. Jiraiya telah meninggalkan Naruto dengan kunci untuk membantunya menyelesaikan teknik yang sudah dipelajari oleh dirinya, Naruto, dan Minato, tetapi tidak pernah selesai. Naruto menyatakan bahwa Ia siap untuk menyelesaikannya.

Naruto (Manga)

Naruto (ナルト Naruto) adalah sebuah serial manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Masashi Kishimoto. Plot bercerita tentang Naruto Uzumaki, seorang ninja remaja yang terus-menerus mencari pengakuan dan mimpi nya untuk menjadi Hokage, ninja di desanya yang diakui sebagai pemimpin dan yang terkuat dari semua ninja. Serial ini didasarkan pada komik satu jilid karya Kishimoto yang diterbitkan dalam Akamaru Jump edisi Agustus 1997.

Manga ini pertama kali diterbitkan oleh Shueisha pada tahun 1999 dalam edisi ke-43 majalah Weekly Shōnen Jump Jepang. Sampai sejauh ini lima puluh sembilan volume telah dirilis dan masih berlanjut. Manga ini kemudian diadaptasi menjadi sebuah anime, yang diproduksi oleh Studio Pierrot dan Aniplex. Anime Naruto tayang perdana di seluruh Jepang melalui jaringan TV Tokyo dan jaringan televisi satelit anime, Animax, pada tanggal 3 Oktober 2002. Seri pertama berlangsung 220 episode, sementara Naruto: Shippuden, sebuah sekuel dari serial aslinya, telah ditayangkan sejak tanggal 15 Pebruari 2007. Selain serial anime, Studio Pierrot telah mengembangkan delapan seri film animasi dan beberapa video animasi asli (OVA). Jenis produk lain termasuk novel ringan, video game dan kartu bergambar dikembangkan oleh beberapa perusahaan.

Viz Media telah mendapatkan lisensi untuk memproduksi manga dan anime di Amerika Utara. Viz telah menerbitkan seri dalam majalah Shonen Jump mereka, dan juga dalam bentuk volume individu. Serial anime mulai ditayangkan di Amerika Serikat dan Kanada pada tahun 2005, dan kemudian di Inggris dan Australia pada tahun 2006 dan 2007. Film-film, serta OVA dari serial anime, juga telah dirilis oleh Viz, dengan film pertama yang tayang perdana di bioskop-bioskop. Volume DVD pertama dari Naruto: Shippuden dirilis oleh Viz di Amerika Utara pada tanggal 29 September 2009, dan mulai disiarkan di Disney XD pada bulan Oktober di tahun yang sama.

Naruto adalah salah satu manga terlaris sepanjang masa dan telah terjual lebih dari 113 juta kopi di Jepang. Terbit berseri di majalah Shonen Jump milik Viz, Naruto telah menjadi salah satu manga terlaris dari perusahaan. Serial adaptasi berbahasa Inggris juga muncul di USA Today Booklist beberapa kali dan bahkan volume 7 memenangkan Quill Award pada tahun 2006. Para pengamat komik memuji keseimbangan antara adegan pertarungan dan komedi, serta kepribadian masing-masing karakter nya, tapi juga mengkritik untuk penggunaan elemen standar plot Shonen Jump yang digunakan .

Alur Cerita

Dua belas tahun sebelum dimulainya seri, makhluk kuat yang dikenal sebagai Nine-tailed Demon Fox (Iblis Rubah Ekor-sembilan) menyerang desa ninja Konoha, menewaskan banyak orang. Sebagai tanggapan, pemimpin militer Ninja Konoha – Hokage Keempat – mengorbankan hidupnya untuk menyegel iblis itu di dalam tubuh Naruto Uzumaki yang baru lahir. Meski demikian, warga Konoha menganggap bahwa Naruto adalah perwujudan iblis rubah itu sendiri sehingga Ia dikucilkan dalam sebagian besar masa kecilnya. Sebuah keputusan dibuat oleh Kage saat itu, Hokage Ketiga, melarang siapapun untuk membicarakan mengenai penyerangan iblis rubah ke desa Konoha. Ini termasuk Naruto, yang tidak menyadari keberadaan iblis rubah dalam dirinya. Bertahun-tahun kemudian, Naruto ditipu oleh ninja pemberontak, Mizuki, untuk mencuri gulungan terlarang yang dapat mengajarinya teknik ninja yang rahasia, tapi kemudian dihentikan oleh gurunya, Iruka Umino. Ketika Iruka hampir tewas ketika melindungi Naruto dari Mizuki, yang juga mengungkapkan bahwa Ia adalah wadah dari Nine-tailed Demon Fox, Naruto menggunakan Jutsu yang Ia pelajari dari gulungan dengan menciptakan beberapa duplikat dirinya, Kage Bunshin no Jutsu (Shadow Clone Technique), untuk mengalahkan Mizuki.

Naruto ditugaskan bersama Sasuke Uchiha, yang selalu Ia anggap sebagai saingan, dan Sakura Haruno, oleh Iruka setelah mereka lulus dari Akademi Ninja untuk membentuk tim tiga orang yang kemudian diberi nama Tim 7 di bawah bimbingan guru yang berpengalaman bernama Kakashi Hatake. Seperti semua tim ninja dari setiap desa, Tim 7 diberi tugas untuk menyelesaikan misi yang diminta oleh penduduk desa, seperti melakukan pekerjaan rumah atau menjadi pengawal. Setelah beberapa misi, Kakashi mendaftarkan Tim 7 untuk berpartisipasi menjadi peserta ujian ninja di mana mereka dapat naik ke peringkat yang lebih tinggi, dan dengan demikian, dapat mengambil bagian dalam misi yang lebih sulit. Selama ujian, Orochimaru, penjahat yang paling dicari di Konoha, menyerang Konoha dan membunuh Hokage Ketiga dalam sebuah misi balas dendam. Hal ini memaksa salah satu dari tiga ninja legendaris, Jiraiya untuk mencari Tsunade mantan rekan setimnya, yang telah dinominasikan untuk menjadi Hokage Kelima. Selama pencarian, terungkap bahwa Orochimaru mempunyai keinginan untuk mendapatkan Sasuke karena memiliki warisan genetik yang sangat kuat. Karena mempercayai Orochimaru akan dapat memberikannya kekuatan yang dibutuhkan untuk membunuh saudaranya, Itachi, yang menghancurkan seluruh klan Uchiha, Sasuke akhirnya bergabung dengan Orochimaru. Tsunade mengirim sekelompok ninja termasuk Naruto untuk membawa Sasuke kembali ke Konoha, tapi Naruto tidak mampu mengalahkan Sasuke dan membawanya kembali ke desa. Naruto tidak menyerah untuk membawa Sasuke kembali ke Konoha, kemudian Dia pergi meninggalkan Konoha untuk berlatih selama dua setengah tahun di bawah bimbingan Jiraiya untuk mempersiapkan diri jika Ia bertemu kembali dengan Sasuke.

Setelah masa pelatihan, sebuah organisasi kriminal bernama Akatsuki berupaya untuk menangkap sembilan iblis berekor yang disegel di dalam tubuh manusia – termasuk Nine-tailed Demon Fox yang disegel di dalam tubuh Naruto. Beberapa ninja dari Konoha, termasuk Tim 7, bertarung melawan anggota Akatsuki dan mencari rekan satu tim mereka, Sasuke. Meskipun mereka berhasil menyelamatkan Gaara, wadah iblis berekor satu, Akatsuki berhasil menangkap tujuh dari sembilan iblis berekor lainnya. Sementara itu, Sasuke mengkhianati Orochimaru dan menghadapi Itachi untuk membalas dendam. Setelah Itachi tewas dalam pertempuran, Sasuke diberitahu oleh pendiri dan pemimpin Akatsuki, Tobi, bahwa Itachi diperintahkan oleh kepemimpinan Konoha untuk menghancurkan klan Uchiha. Sedih dan terkejut dengan kenyataan itu, Sasuke bergabung dengan Akatsuki untuk membunuh pemimpin Konoha yang memerintahkan pemusnahan klan Uchiha.

Sementara itu, setelah beberapa anggota Akatsuki dapat dikalahkan oleh ninja Konoha, tokoh pemimpin mereka, Pain, menyerang desa untuk menangkap Naruto. Namun, Naruto dapat mengalahkan Pain dan meyakinkan Dia untuk meninggalkan Akatsuki. Ketika akhirnya Pain tewas, Tobi, sebagai Madara Uchiha mengumumkan bahwa Ia ingin mendapatkan semua iblis berekor untuk melakukan ilusi yang sangat kuat untuk mengontrol seluruh umat manusia. Para pemimpin dari lima desa ninja menolak untuk membantu Pain, dan sebaliknya, kelima desa bergabung untuk menghadapi Pain dan sekutu-sekutunya. Hal ini menyebabkan pecahnya perang dunia ninja keempat antara pasukan terpadu dari Lima Negara Besar yang dikenal sebagai “Aliansi Pasukan Ninja” dengan pasukan Akatsuki.

Tezuka Award

Tezuka Award (手冢 赏 Tezuka Sho) adalah penghargaan manga semi-tahunan  yang diberikan oleh penerbit Jepang, Shueisha (集 英 社), di bawah naungan majalah Weekly Shōnen Jump., yang sudah berlangsung sejak tahun 1971. Ini merupakan penghargaan kepada seniman komik pendatang baru dalam kategori Manga Cerita. Juga merupakan mitra penghargaan, Akatsuka Award, penghargaan kepada seniman komik pendatang baru dalam kategori Manga Komedi. Penghargaan ini dinamai sama dengan pelopor manga, Osamu Tezuka, dan dirancang untuk menumbuhkan seniman baru. Hadiah untuk Karya Terpilih adalah senilai ¥ 1.000.000 untuk Jepang dan untuk karya yang mutunya lebih rendah tapi masih layak adalah ¥ 500.000. Hadiah uang tunai ini mungkin tidak dapat diberikan (seperti yang sering terjadi) jika juri menganggap tidak ada kandidat yang layak.

Secara historis penerima hadiah umumnya berusia 20 tahun-an, meskipun ada dua orang yang pernah menjadi pemenang berusia lebih dari 90 tahun.

Pemimpin Komite

  • Osamu Tezuka (1971-1988)
  • Fujio Akatsuka (1989-2008). Karena kesehatannya, jabatan ini hanya formalitas selama tahun-tahun menjelang kematiannya pada 2 Agustus 2008.

Anggota Komite

  • Akira Toriyama (bertindak sebagai ketua)
  • Nobuhiro Watsuki
  • Eiichiro Oda
  • Masashi Kishimoto
  • Riichiro Inagaki
  • Tezuka Productions

Tezuka Osamu Cultural Prize

Dinamai sama dengan Osamu Tezuka, seorang seniman manga legendaris Jepang. Tezuka Osamu Cultural Prize (手塚治虫文化賞 Tezuka Osamu Bunkashō) adalah penghargaan buku komik tahunan yang diberikan kepada seniman manga atau karya-karya mereka yang mengikuti pendekatan manga Osamu Tezuka, didirikan dan disponsori oleh Asahi Shimbun. Penghargaan telah diberikan sejak tahun 1997, di Tokyo, Jepang.

Kategori Penghargaan

  • Grand Prize – untuk karya terbaik sepanjang tahun
  • Creative Award – untuk penulis dengan gagasan inovatif dan segar
  • Short story Award – untuk penulis atau karya tulis pendek terbaik
  • Special Award – untuk peroranagn atau kelompok yang memiliki kontribusi dalam perkembangan budaya manga.

Peraih Penghargaan

1997

  • Grand Prize: Fujiko F. Fujio untuk Doraemon
  • Award for Excellence: Moto Hagio untuk Zankoku na kami ga shihai suru (A cruel God rules in heaven)
  • Special Award: Toshio Naiki untuk prakarsa dan manajemen Modern Manga Library

1998

  • Grand Prize: Jiro Taniguchi dan Natsuo Sekikawa untuk trilogi Bocchan No Jidai (Times of “Botchan”)
  • Award for Excellence: Yūji Aoki untuk Naniwa Kin’yūdō (The way of the Ōsaka loan shark)
  • Special Award: Shotaro Ishinomori untuk kontribusi panjang terhadap manga.

1999

  • Grand Prize: Naoki Urasawa untuk Monster
  • Award for Excellence: Akira Sasō untuk Shindō (The prodigy)
  • Special Award: Fusanosuke Natsume untuk kritik membangun terhadap manga.

2000

  • Grand Prize: Daijiro Morohoshi untuk Saiyū Yōenden (The Monkey King and other Chinese Legends)
  • Award for Excellence: Minetarō Mochizuki untuk Dragon Head
  • Special Award: Frederik L. Schodt untuk dedikasi dalam mengenalkan manga ke seluruh dunia.

2001

  • Grand Prize: Reiko Okano untuk Onmyōji (The Master of Shade and Light)
  • Award for Excellence: Kotobuki Shiriagari untuk Yajikita in deep
  • Special Award: Akira Maruyuma untuk dukungan terhadap seniman manga di rumah Tokiwa.

2002

  • Grand Prize: Takehiko Inoue untuk Vagabond
  • Award for Excellence: Kentarō Miura untuk Berserk

2003

  • Grand Prize: Fumiko Takano untuk The Yellow Book: A friend Named Jacques Thibault
  • Creative Award: Yumi Hotta dan Takeshi Obata untuk Hikaru no Go
  • Short story Award: Hisaichi Ishii untuk Gendai shisō no sōnanshātachi (Victims of modern ideas)
  • Special Award: Shigeru Mizuki untuk usaha panjang dalam menghasilkan gambar yang kreatif.

2004

  • Grand Prize: Kyōko Okazaki untuk Helter Skelter
  • Creative Award: Takashi Morimoto untuk Naniwadora ihon (Variant edition of the Naniwa wastrel)
  • Short story Award: Risu Akizuki untuk OL shinkaron (OL Evolution) dan karya-karya nya yang lain
  • Special Award: Tarō Minamoto untuk merintis catatan sejarah manga dan kontribusi terhadap budaya manga.

2005

  • Grand Prize: Naoki Urasawa untuk Pluto
  • Creative Award: Fumiyo Kōno untuk Town of Evening Calm, Country of Cherry Blossoms
  • Short story Award: Rieko Saibara untuk Jōkyō monogatari (A tale of going to the capital) and Mainichi Kasan (Everyday mom)
  • Special Award: Kawasaki City Museum untuk koleksi manga dari zaman Edo dan pameran nya.

2006

  • Grand Prize: Hideo Azuma untuk Disappearance Diary
  • Creative Award: Asa Higuchi untuk Ōkiku Furikabutte (Big Windup!)
  • Short story Award: Risa Itō untuk One Woman, Two Cats, Oi Piitan!! (Hey Pitan!), Onna no mado (A Woman’s Window) dan karya-karya lainnya
  • Special Award: Kousei Onountuk usaha panjang mengenalkan komik dari luar negeri ke Jepang.

2007

  • Grand Prize: Ryoko Yamagishi untuk Maihime Τερψιχόρα (The Dancing Girl; Terpsichore)
  • Creative Award: Nobuhisa Nozoe, Kazuhisa Iwata dan Kyojin Ōnishi untuk Shinsei Kigeki (La Divina Commedia)
  • Short story Award: Hiromi Morishita untuk Ōsaka Hamlet

2008

  • Grand Prize: Masayuki Ishikawa untuk Moyashimon (Moyashimon: Tales of Agriculture)
  • Creative Award: Toranosuke Shimada untuk Träumerei
  • Short story Award: Yumiko Ōshima untuk GūGū Datte Neko De Aru (Cher Gou-Gou…mon petit chat, mon petit ami.)
  • Special Award: International Institute for Children’s Literature, Osaka Prefecture (situs remi berbahasa Inggris)

2009

  • Grand Prize: Fumi Yoshinaga untuk Ōoku: The Inner Chambers
  • Grand Prize: Yoshihiro Tatsumi untuk Gekiga Hyōryū (A Drifting Life)
  • Short story Award: Hikaru Nakamura untuk Saint Oniisan (Saint Young Men)
  • New Artist Prize : Suehiro Maruo untuk Panorama-tō Kitan (Anecdote of the Panorama Island)

2010

  • Grand Prize: Yoshihiro Yamada untuk Hyouge-mono
  • Short story Award: Mari Yamazaki untuk THERMAE ROMAE
  • New Artist Prize : Haruko Ichikawa untuk Mushi to Uta
  • Special Award: Yoshihiro Yonezawa untuk pencapaian koleksi dan pengumpulan data berdasarkan penelitian kartun.

2011

  • Grand Prize: Motoka Murakami untuk Jin
  • Grand Prize: Issei Eifuku dan Taiyo Matsumoto untuk Takemitsuzamurai
  • New Artist Prize: Hiromu Arakawa untuk Fullmetal Alchemist
  • Short Work Prize: Keisuke Yamashina untuk upayanya menciptakan C-kyū Salaryman Kōza, Papa wa Nanda ka Wakaranai, dan manga kantoran lainnya.

Shogakukan Manga Award

Shogakukan Manga Award (小学 馆 漫画 赏 Shogakukan Mangashō) adalah salah satu penghargaan utama manga di Jepang, yang disponsori oleh Penerbit Shogakukan. Penghargaan ini telah diberikan setiap tahun kepada serial manga sejak tahun 1955 dan menyertakan nominator dari sejumlah penerbit.

Kategori Penghargaan

  • Manga Anak-anak (児童向け部門 Jidō muke bumon)
  • Manga Anak Laki-laki (少年向け部門 Shōnen muke bumon)
  • Manga Anak Perempuan (少女向け部門 Shōjo muke bumon)
  • Manga untuk Umum (一般向け部門 Ippan muke bumon)

Pada awalnya, hanya ada satu penghargaan umum. Pada tahun 1976, kategori Manga untuk Umum diperkenalkan. Kategori Manga Anak Laki-laki dan Perempuan diperkenalkan pada tahun 1980, kemudian kategori tersebut dipisah pada tahun 1984 menjadi dua kategori yang berbeda, yaitu kategori Manga Anak Laki-laki dan kategori Manga Anak Perempuan. Kategori Anak-anak diperkenalkan pada tahun 1982. Dari tahun 1976 sampai tahun 1989, kategori Manga untuk Umum disebut kategori Seinen/Umum (青年 一般 向け 部門 Seinen ippan muke bumon).

Penghargaan khusus juga kadang-kadang diberikan untuk karya yang luar biasa, prestasi seumur hidup, dan sebagainya.

Fujiko F. Fujio

Fujiko F. Fujio ((藤子・F・不二雄 Fujiko Efu Fujio, 1 Desember 1933 – 23 September 1996) adalah salah seorang dari duo penulis komik paling produktif, Fujiko Fujio (Fujiko F. Fujio dan Fujiko Fujio (A)), yang jumlah karya nya mungkin hanya bisa disaingi oleh tim penulis komik terkenal Amerika (Stan) Lee , dan (Jack) Kirby. Nama asli Fujiko F. Fujio adalah Fujimoto Hiroshi, ia bertemu dengan pasangan penggambar komik masa depan nya, Abiko Motoo, ketika mereka berada di kelas lima di sebuah sekolah dasar di Toyama, kampung halamannya. Dia terkesan dengan kecerdasan dan gaya penulisan Abiko terhadap sebuah cerita bahkan pada usia itu, dan akhirnya mereka pun mulai menggambar komik bersama-sama (meskipun pada saat itu hanya sebagai hobi) yang berlangsung selama selama 40 tahun berikutnya.

Pada tahun 1952 mereka membuat komik berjudul Tenshi no Tamachan, dan dua tahun kemudian mereka pindah ke Tokyo untuk mengejar karir profesional mereka. Mereka dibimbing secara singkat oleh Osamu. Mereka juga membantu Tezuka (penulis Astro Boy dan Kimba Singa Putih) menyelesaikan bab terakhir Kimba Singa Putih selama periode tersebut.

Pada tahun 1956 mereka membentuk Shin Manga bersama-sama dengan Fujio Akatsuka, dan Ishinomori Shotaro (penulis Kamen Rider, Kikaida, dan Cyborg 009). Mereka menjadi sekelompok komikus yang berteman akrab karena mereka memiliki latar belakang yang sama, dimana mereka sama-sama meninggalkan tempat kelahiran mereka dan datang ke Tokyo untuk memulai karier profesional. Pada akhir tahun 50-an dan awal tahun 60-an, Abiko dan Fujimoto kebanyakan menulis komik yang bertema petualangan dan berorientasi pra-remaja anak laki-laki seperti “Big One“, “Silver Cross“, dan “Umi no Ooji“. Pada tahun 1964 mereka turut menulis “Obake no Q-taro” yang kemudian menjadi sebuah serial kartun animasi yang tersebar luas di seluruh dunia termasuk Amerika Utara, dan Hong Kong. Mereka melanjutkan karir produktif mereka di tahun 60-an dan 70-an dengan menuliskan kartun lain yang sama populernya seperti Paa Man, Kaibutsu-Kun, dan Doraemon. Salah satu karya mereka, Ninja Hattori-kun, menjadi sebuah serial TV yang diperankan oleh aktor sungguhan.

Kemudian di tahun 70-an Fujiko mulai menulis komik untuk orang dewasa, sering menggambarkan sisi nyata masyarakat yang ditampilkan sebagai sebuah cerita fiksi. Mereka juga menulis sebuah komik semi-otobiografi tentang kehidupan dan karir mereka pada saat itu dengan Fujimoto digambarkan sebagai tokoh utama yang agak naif.
Pada tahun 1987 Fujimoto membubarkan kemitraan dengan Abiko, dan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 40 tahun, mereka memutuskan untuk mengejar karir mereka masing-masing dengan Fujimoto mengambil nama pena Fujiko F Fujio, dan Abiko mengambil nama pena Fujiko Fujio (A). Fujimoto meninggal pada tahun 1996 di usia  63 tahun disebabkan oleh penyakit liver yang dideritanya.

Hasil Karya

  • Perman (パーマン) (1967-1968, 1983-1986)
  • 21emon (21 エモン) (1968)
  • Mojacko (モジャ 公) (1969-1970)
  • Ume Boshi DENKA (ウメ 星 デンカ) (1969)
  • Doraemon (ドラえもん) (1970-1996)
  • Kiteretsu Daihyakka (キテレツ 大 百科) (1974-1977)
  • Hitoribocchi no Uchū Sensō (ひとりぼっち の 宇宙 戦争) (1975)
  • Bakeru-kun (バケル くん) (1976)
  • Esper Mami (エスパー 真美) (1977-1982)
  • TP Bon (T · P ぼん) (1978)
  • Chimpui (チンプイ) (1985, 1987-1988)

Penghargaan (Fujiko Fujio)

  • 1963 - Shogakukan Manga Award untuk Old Song dan Tebukuro Tecchan
  • 1981 - Kawasaki City’s Cultural Prize (川 崎 市 文化 赏)
  • 1982 - Shogakukan Manga Award untuk manga anak-anak
  • 1989 - Film Special Meritorious Prize (映 画 特别 功 労 赏)
  • 1989 - Golden Gloss Prize (ゴールデン グロス 賞)
  • 1997 – The first Tezuka Osamu Cultural Prize Grand Prize

Keluarga Nobi

Nobisuke Nobi (野比 のび 助 Nobi Nobisuke)

Ayah dari Nobita dan seorang pekerja kantoran. Dia sangat perhatian kepada Nobita, dimana sering terlihat tiba di rumah dari kantor untuk menenangkan kemarahan Tamako terhadap Nobita; kebiasaan ini mungkin berasal dari masa kanak-kanak Nobisuke sendiri, karena ayahnya (kakek dari Nobita) sangat mirip dengan Tamako. Dia memiliki kesulitan untuk berhenti merokok dan sadar diri tentang ketidakmampuannya untuk lulus tes mengemudi. Dia juga memiliki daya ingat yang buruk, dan peminum alkohol berbatas, dimana kadang-kadang tiba di rumah dalam keadaan mabuk dari pertemuan bisnis malam. Dia pernah menjadi mahasiswa seni yang bercita-cita tinggi. Dia juga suka golf, olah raga yang paling banyak dilakukan oleh pengusaha dan karyawan di Jepang.

Tamako Nobi (野 比 玉 子 Nobi Tamako)

Seorang ibu rumah tangga yang merupakan ibu dari Nobita. Sering dianggap sebagai tokoh antagonis utama. Dia bisa menjadi sangat galak, biasanya sering terlihat memarahi Nobita, menghukumnya, atau menyuruhnya pergi ke luar rumah (hukuman rumah tangga khas Jepang yang digunakan oleh orang tua). Dia kecewa dengan sikap malas dan kegagalan akademis Nobita. Beberapa episode menggambarkan usaha Nobita yang mencoba untuk menghindari omelan ibunya dengan menggunakan alat Doraemon. Nama gadisnya adalah ‘Kataoka’. Dia memiliki kecenderungan untuk menghentikan Nobita dari pergi keluar untuk bermain dan memaksanya untuk belajar. Namun, pada hari dimana cuaca dingin, Ia hampir selalu mendesak Nobita untuk pergi keluar dan bermain. Dalam beberapa episode, Nobita melihat dirinya di masa lalu. Dia terbukti lebih berani daripada Nobita.

Sewashi Nobi (野比セワシ Nobi Sewashi)

Cicit dari Nobita, dia adalah orang yang mengirim Doraemon kembali ke masa lalu untuk menjaga Nobita. Sewashi pertama kali membeli Doraemon di 2112 ketika Doraemon masih punya telinga dan cat aslinya. Dia mengirim Doraemon karena uang sakunya tidak tidak mencukupi akibat utang keluarga yang diwariskan dari Nobita. Sewashi juga pemilik dari adik Doraemon, Dorami.

Nobisuke Nobi (野比ノビスケ Nobi Nobisuke)

Anak dari Nobita dan Shizuka, yang diberi nama sama dengan ayah nya Nobita. Dia adalah atlet yang lebih baik dari Nobita dan jauh lebih pintar. Dalam salah satu cerita, ia tidak segan-segan memukuli Nobita muda ketika Nobita muda mencoba untuk menghentikan Dia melarikan diri dari rumah. Juga, ia ditampilkan sebagai pengganggu dan berani menggertak anak Gian dan Suneo.

Nobirou Nobi (野比 のび 郎 Nobi Nobirou)

Kakak dari ayah Nobita, Nobisuke. Dia adalah seorang atlet yang sangat hebat dan berhasil. Dia sangat dikagumi oleh saudara-saudaranya, dan selalu disambut paling hangat oleh keponakannya di tahun baru, karena uang yang Dia bagikan di hari tersebut.

Tamao Kataoka (片 冈 玉 夫 Kataoka Tamao)

Adik dari Tamako dan paman dari Nobita.

Nenek Nobita

Ibu dari Nobisuke Nobi. Nobita sangat menyayanginya, tapi Dia meninggal ketika Nobita masih TK, sebelum cerita utama dimulai. Ketika Nobita melakukan perjalanan ke masa lalu, Dia selalu mengenali Nobita sebagai cucunya walaupun Nobita telah dewasa. Nenek Nobita muncul di beberapa episode.

Nobirube Nobi (野比 のび るべ Nobi Nobirube)

Ayah dari Nobisuke Nobi dan kakek dari Nobita, Dia sangat tegas dan galak kepada Nobisuke (ayah Nobita). Meskipun sebenarnya Ia sangat menyayangi Nobisuke. Dia terlihat hanya satu kali dalam cerita dimana semua sifatnya digambarkan dengan jelas. Nobita hanya melihat Dia ketika Ia berkunjung ke masa lalu. Meskipun keras kepada Nobisuke, Ia sangat memanjakan cucunya.