Kakashi Hatake (はたけ カカシ Hatake Kakashi) adalah shinobi tingkat Jōnin dari Konohagakure dan pemimpin Tim 7. Ia dikenal di seluruh dunia untuk Dia sebagai pengguna Sharingan, hingga Ia memperoleh julukan sebagai Copy Ninja Kakashi (コピー忍者のカカシ Kopī Ninja no Kakashi) dan Kakashi of the Sharingan (写輪眼のカカシ Sharingan no Kakashi).
Latar Belakang
Kakashi adalah putra Sakumo Hatake, juga dikenal sebagai “Konoha’s White Fang”. Ibunya tampaknya meninggal ketika ia masih kecil. Kakashi telah dikenal sejak usia muda sebagai anak ajaib yang sangat berbakat, dianggap banyak orang sebagai yang terbaik dari generasinya. Dia telah menerima nilai tertinggi dan menunjukkan bakat bawaan untuk seni ninja ketika berada di akademi. Hal ini memungkinkan Dia untuk lulus dari Akdemi dalam satu tahun dengan nilai tertinggi di kelasnya di usia 5 tahun, dan kemudian menjadi Chunin setahun kemudian.
Meskipun dirinya sukses, ayahnya jatuh ke dalam kehinaan setelah memilih menyelamatkan rekan-rekannya daripada menyelesaikan misi penting, menyebabkan Konoha kalah dalam perang. Merasa terhina, Sakumo bunuh diri setelah depresi berat dan penurunan kemampuan, yang menyebabkan Kakashi hidup dengan berpedoman pada kode ninja yang ketat.
Kakashi kemudian bekerja sama dengan Obito Uchiha dan Rin di bawah kepemimpinan Minato Namikaze. Pada usia 13, segera setelah menjadi Jōnin, Kakashi ditugaskan untuk memimpin Obito dan Rin dalam misi yang akan menguntungkan Konoha dalam Perang Dunia Shinobi Ketiga yang sedang berlangsung. Mereka menghancurkan Jembatan Kannabi, yang telah digunakan oleh pasukan Iwagakure untuk pindah ke Kusagakure. Ini juga akan menjadi langkah pertama serangan besar Konoha dalam perang. Dalam perjalanan ke jembatan, Rin diculik oleh dua ninja Iwagakure yang bernama Kakkō dan Taiseki. Obito segera mengusulkan agar mereka menyelamatkannya, tetapi Kakashi tidak setuju atas dasar bahwa mereka perlu menyelesaikan misi mereka, memilih untuk tidak membuat kesalahan yang sama seperti yang ayahnya lakukan.
Obito tidak mau mendengar dan besikeras untuk menyelamatkan Rin, tapi tidak sebelum menyebutkan bahwa Ia percaya pada ayah Kakashi, White Fang, adalah pahlawan sejati. Tak lama setelah berpisah, Kakashi teringat pada kata-kata Obito dan kebaikan Rin sebelum itu. Dia menyadari bahwa ayahnya tidak melakukan kesalahan, yang mendorongnya untuk bergabung dengan Obito dalam upaya penyelamatan.
Kakashi tiba pada waktunya untuk menyelamatkan Obito dari Taiseki, menggunakan pisau ayahnya untuk bertarung. Meskipun kalah jumlah 2 banding 1, Taiseki mampu menyerang dan melukai mata kiri Kakashi, ketika menahan serangan yang ditujukan pada Obito, memberinya bekas luka permanen.
Dalam keadaan terdesak dan keinginan untuk melindungi Kakashi, Obito akhirnya dapat membangkitkan Sharingan, sehingga akhirnya Dia bisa mengalahkan Taiseki, dan melanjutkan untuk mengejar Rin. Begitu mereka menemukan Rin dan Kakkō, Kakashi dan Obito bekerja sama untuk mengalahkan Kakkō. Kakashi dan Obito berhasil membebaskan Rin, tapi ketika mereka hendak melarikan diri, Kakkō mencoba untuk menjebak mereka dengan teknik yang menghancurkan, yang menyebabkan gua runtuh.
Ketika mencoba melarikan diri, Kakashi dipukul dengan batu, yang menyebabkan Dia terjatuh. Obito mendorong Kakashi keluar dari gua yang runtuh, menyebabkan dirinya tertimpa reruntuhan batu. Mengetahui hidupnya sudah berakhir, Obito menyuruh Rin untuk menanamkan Sharingan kirinya ke mata Kakashi yang rusak. Rin memenuhi permintaan terakhir Obito, dan segera setelah operasi selesai Kakashi menggunakan Sharingan dan Chidori untuk membunuh Kakkō. Dia kemudian kembali ke Obito untuk melihat apakah ada sesuatu yang Dia bisa lakukan untuknya, tetapi tempat itu telah berubah menjadi hancur berantakan, memaksa Kakashi dan Rin meninggalkan Obito. Dengan bantuan Minato, mereka akhirnya dapat menyelesaikan misi mereka, meskipun kemudian mereka meratapi kematian Obito.
Segera setelah berakhirnya perang, ketika Kurama menyerang Konohagakure, Kakashi dan rekan-rekannya yang tersisa dilarang berpartisipasi dalam membela desa oleh ayah Kurenai dan shinobi yang lebih tua lainnya.
Selama bertahun-tahun, Kakashi menjadi terkenal di antara semua Lima Negara Besar Shinobi sebagai pengguna Sharingan, Dia mendapatkan reputasi sebagai “orang yang telah meniru lebih dari seribu teknik”, yang juga menjadi nama julukannya. Kakashi akhirnya bergabung dengan ANBU Konoha.
Ia kemudian keluar dengan alasan yang tidak diketahui, tetapi tetap mempertahankan hubungan yang kuat dengan ANBU. Kakashi akhirnya menjadi seorang pemimpin tim, dan menguji banyak genin. Seperti yang Hokage Ketiga katakan kepada Iruka, Kakashi tidak pernah meluluskan satupun dari mereka karena ketidakmampuan mereka untuk memenuhi harapan nya bekerja sebagai sebuah tim.
Kepribadian
Kakashi menjadi lebih keras dan serius setelah kematian ayahnya, mengikuti semua aturan dengan ketat dan menghukum siapa pun yang tidak menaatinya, seperti rekan satu timnya Obito Uchiha. Dia juga menjadi penyendiri dan apatis terhadap orang lain terutama rekan setimnya Obito nya yang selalu terlambat dalam misi mereka dengan berbagai alasan. Hal ini menyebabkan Obito membenci Kakashi ; dinamika hubungan antara keduanya berubah setelah Obito terluka parah ketika Perang Dunia Shinobi Ketiga, Kakashi dan Obito menjadi teman dekat setelah Rin diculik.
Kematian Obito memiliki dampak besar pada kepribadian Kakashi. Dia sekarang lebih ceria dan menunjukkan perhatian yang lebih besar untuk rekan satu timnya dan para murid, menempatkan keselamatan mereka diatas keberhasilan untuk menyelesaikan misi, serta percaya bahwa kerja tim adalah penting untuk keberhasilan sebuah tim. Ia juga mengembangkan kepribadian yang agak riang dan secara teratur terlambat untuk memeuhi janji pertemuan, membuat berbagai alasan seperti Obito. Hal ini sering disebabkan karena Ia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan menguunjungi Batu Memorial dimana nama Obito yang terukir. Namun, Kakashi masih sama apatis seperti ketika Ia masih muda, sering berbicara blak-blakan tentang topik-topik sensitif.
Kakashi menyatakan bahwa Ia telah kehilangan semua orang yang dekat dengannya. Dari orang-orang yang masih hidup, Kakashi berteman paling dekat dengan Guy, Asuma dan Kurenai. Setelah pembentukan Tim 7, Ia mulai memberikan perhatian khusus dalam perkembangan mereka, seperti yang ditunjukkan dengan secara teratur mengecek kebiasaan Naruto dan pola makannya. Dia juga menolak untuk melakukan misi pada akhir Bagian I sehingga Ia bisa mencegah Naruto dan Sasuke membunuh satu sama lain. Seperti juga Hiruzen, Kakashi mencintai semua murid-muridnya dengan tulus.
Meskipun reputasi dan kecakapannya sebagai seorang ninja semakin dikenal, Kakashi tidak menunjukkan tanda-tanda kesombongan, dan sering merendah tentang kemampuannya, seperti yang ditunjukkan ketika Ia memuji orang lain untuk kemajuan kemampuan bertarung mereka dan menyatakan bahwa Naruto memiliki kekuatan yang telah melampauinya. Ketika disarankan oleh banyak orang agar Dia menjadi Hokage, Kakashi mengakui bahwa posisi tersebut tidak layak untuk nya tapi siap menerima menerima jabatan itu demi kesejahteraan desa. Sikap tenangnya yang alami digunakan untuk keuntungannya dalam pertempuran, karena menjadi lebih mudah baginya untuk mempertahankan ketenangannya dan tetap fokus pada situasi yang dihadapi. Akibatnya, ia dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan situasi apa pun untuk membuat keputusan yang tepat dan tidak terduga, sehingga Ia selalu berada satu langkah di depan lawan-lawannya, tetapi Ia juga memiliki sisi emosional, yang ditunjukkan ketika Ia menyatakan kemarahannya terhadap Summoning: Impure World Reincarnation, saat-saat ketika Ia akan membutuhkan teman-temannya untuk melindunginya.
Kakashi memiliki persaingan agak kekanak-kanakan dengan Guy. Untuk coba membuktikan dirinya lebih unggul Kakashi, Guy menantang Dia untuk berkompetisi dalam permainan Batu, Kertas, Gunting dimana pihak yang kalah harus mendapatkan hukuman. Guy memiliki rekor 50 kali menang dan 49 kali kalah yang sangat Ia banggakan (dalam anime, Kakashi memiliki rekor 51 kali menang dan 50 kali kalah). Kakashi, di sisi lain, kurang menunjukkan minat terhadap kompetisi mereka, yang hanya lebih mengilhami Guy untuk mengalahkan Kakashi. Namun demikian, mereka berdua berteman sangat dekat dan juga memiliki kepercayaan yang mendalam satu sama lain yang terlihat selama Perang Dunia Shinobi Keempat ketika mereka mempercayakan perlindungan kelemahan mereka satu sama lain. Ini juga diperluas pada di anime, di mana Kakashi mengatakan kepada Tsunade bahwa Ia akan membutuhkan rekan selama perang dan Ia ingin Guy yang menjadi rekannya itu.
Kakashi adalah penggemar berat dari seri Icha Icha novel yang ditulis oleh Jiraiya, mengungkapkan sisi yang sedikit menyimpang. Ia biasanya terlihat membaca salah satu buku di waktu luang, menjadikan satu-satunya hobi yang pernah terlihat dalam seri. Dia bahkan sempat membacanya selama pertarungan pertama melawan Tim Kakashi, seperti Naruto yang pada waktu itu terlalu lemah untuk menimbulkan banyak ancaman. Meskipun Ia sangat menyukai buku-bukunya, Ia sangat tidak nyaman jika harus menceritakan isinya kepada orang lain (bahkan kepada semua ninken nya), mungkin malu dengan konten dewasa (seperti yang disebutkan pada pesan terakhir Jiraiya). Naruto, pada suatu kesempatan, telah menggunakan buku-buku ini terhadap Kakashi saat tes lonceng kedua mereka, mengancam akan membocorkan akhir dari cerita terbaru yang memaksa Kakashi untuk menurunkan pertahanannya (dengan menutup telinga dan matanya) untuk mencegah agar Ia tetap tidak mengetahui akhir cerita hingga Ia membacanya sendiri.
Penampilan
Kakashi selalu terlihat dengan pakaian shinobi Konoha standar bersama dengan sarung tangan berlapis besi dari seragam ANBU nya. Selama menjadi anggota Tim Minato, Dia terlihat dengan kaus hitam dengan garis putih di bagian lengan. Di tangannya Ia mengenakan lengan baju hitam (yang mungkin dipotong dari kemejanya) dengan pelindung lengan logam diatasnya. Dia juga mengenakan sabuk kulit yang menyilang di sekitar punggung dan dada, dan White Light Chakra Sabre keluarganya disimpan dalam wadah kecil di belakang. Dia juga memakai celana mirip dengan yang Dia pakai sekarang. Dia tampak mengenakan pakaian jenis yang sama sebagai seorang anak (seperti terlihat dalam kilas balik). Namun, dalam kilas balik lain Ia ditampilkan mengenakan kemeja hitam tanpa lengan mirip dengan yang kadang-kadang Ia pakai ketika dewasa. Jenis pakaina ini mungkin dikenakan untuk kondisi santai.
Kepribadian Kakashi lebih lanjut digambarkan dengan ekspresinya yang umumnya malas, dengan kebiasaan menyendiri, suara yang santai, dan sikap minimalis. Namun dalam situasi serius, Ia digambarkan memiliki tampilan yang sangat tegas dan fokus. Halaman sampul bab 16 juga memperlihatkan Ia mengenakan kalung rantai. Fitur lain yang terlihat pada Kakashi, selain mata kirinya yang unik, dimana terdapat bekas luka tipis yang memanjang dari kening hingga pipi. Ia adalah seorang ninja berbadan tinggi dengan rambut putih yang meruncing keatas, Ia selalu memasang pelindung dahi untuk menutupi mata kirinya dan masker yang menutupi bagian bawah wajahnya. Dia pernah salah dikenali oleh Chiyo sebagai ayahnya Sakumo Hatake, karena mereka berdua dianggap sangat mirip.
Kemampuan
Kakashi adalah seorang jenius alami, dibuktikan dengan kecepatan Ia naik melalui tingkatan Ninja, Ia lulus dari Akademi pada usia 5 tahun, menjadi Chunin pada usia 6 tahun, menjadi Jōnin di usia 13 tahun, dan memiliki masa jabatan sebagai ANBU dalam waktu yang cukup lama. Selama karirnya Ia telah mengumpulkan dan mempelajari ebih dari seribu teknik yang berbeda, menjadikannya seorang ahli lapangan di Konoha. Berbagai prestasi nya menyebabkan Dia mendapat banyak pujian dari sesama ninja Konoha dan Ia juga memegang pengaruh besar. Ia sering diberi tanggung jawab untuk tugas-tugas penting bahkan sedang dipertimbangkan untuk menjadi Hokage. Pain sangat khawatir dengan kemampuan Kakashi dan berusaha untuk membunuhnya karena takut bahwa suatu hari Ia akan mengganggu rencana Akatsuki. Kekhawatiran ini kemudian dibuktikan dalam Perang Dunia Shinobi Keempat ketika Kakashi mengalahkan sebagian besar dari Seven Ninja Swordsmen of the Mist dan kemudian berhasil menahan beberapa perubahan jinchūriki bersama dengan Might Guy.
Dalam Bagian II, Naruto mencatat bahwa Kakashi lebih pintar dari Shikamaru Nara, memiliki penciuman yang lebih baik daripada Kiba Inuzuka, kemampuan taijutsu lebih baik dari Rock Lee, dan memiliki penguasaan yang lebih baik pada Sharingan dibandingkan Sasuke Uchiha. Kakashi telah membuktikan dirinya sebagai seorang ninja yang cerdas dengan naluri tajam dan kemampuan bertempur yang tinggi, membuatnya mampu menghadapi setiap lawan. Kemampuannya juga meningkat antara Bagian I dan Bagian II: di Bagian I Ia kesulitan mengimbangi kecepatan Itachi Uchiha, tetapi kemudian mampu untuk menyamai kecepatan bertarung di Bagian II. Demikian pula tingkat chakra nya telah meningkat, dalam Bagian I Ia hanya mampu menggunakan Lightning Cutter empat kali sehari, tapi dalam Bagian II Ia dapat menggunakannya setidaknya enam kali dalam satu pertempuran dan masih memiliki chakra yang cukup untuk menggunakan Mangekyo Sharingan.
Kakashi juga mampu memanggil sekawanan anjing ninja untuk membantu Dia dalam pertempuran atau untuk tujuan tambahan lainnya.






























